Rabu, 22 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Banjir Melanda Dua Desa dan Satu Kelurahan di Pelalawan Mulai Surut, Tapi Akses Jalan Masih Terputus

Lokasi yang tergenang air yakni Desa Rantau Baru dan Desa Kuala Terusan Kecamatan Pangkalan Kerinci

Penulis: johanes | Editor: Nurul Qomariah
Istimewa
Kondisi banjir di Desa Kuala Terusan dan Rantau Baru Kecamatan Pangkalan Kerinci, Sabtu (28/11/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Dua desa dan satu kelurahan di Kabupaten Pelalawan Riau masih terendam banjir sejak satu pekan lalu dan berlangsung sampai hari ini, Senin (30/11/2020).

Lokasi yang tergenang air yakni Desa Rantau Baru dan Desa Kuala Terusan Kecamatan Pangkalan Kerinci.

Kemudian Dusun Muaro Sako Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam. Ketiga lokasi ini terletak di tapi Sungai Kampar dan anak sungai lainnya.

Banjir merendam puluhan rumah, fasilitas umum, hingga akses jalan terputus.

Baca juga: Mencoblos di Atas Air Bagaimana Rasanya? TPS Terapung di Atas Ponton, Pemilih Datang Pakai Sampan

Baca juga: TRAGEDI Subuh di Tol Cipali,Nyawa 10 Orang Melayang Dalam Tabrakan Mobil Travel dan Dua Truk Tronton

Baca juga: Massa Rusuh di Pilkada Siak, Polisi Turunkan Mobil Water Canon, Eh Ternyata

"Info hari ini ketinggian air turun hingga 10 centimeter di Desa Rantau Baru dan Kuala Terusan. Memang surutnya belum signifikan," ujar Camat Pangkalan Kerinci, Dodi Asma Saputra, kepada Tribunpekanbaru.com Senin 30/11/2020).

Walau banjir mulai berkurang, namun Fasilitas Umum ( Fasum) dan Fasilitas Sosial (Fasos) belum bisa digunakan seperti gedung sekolah, bangunan, serta akses jalan menuju perkampungan.

Lantaran air masih cukup tinggi dan belum bisa dilalui kendaraan bermotor.

Alhasil warga tetap menggunakan kapal kayu atau sampan serta sejenisnya sebagai alat transportasi.

"Kita berharap banjir segera surut total dan aktivitas masyarakat kembali normal," ungkap Camat Dodi.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Abu Bakar FE, menuturkan ketinggian banjir di Pelalawan secara umum mulai surut.

Walaupun demikian, akses jalan masih terputus, baik di Kecamatan Langgam maupun Pangkalan Kerinci.

Hal ini disebabkan volume air Sungai Kampar dan anak sungai lainnya mulai normal.

"Elevasi air di PLTA Koto Panjang masih dalam kategori normal. Jadi belum ada rencana pembukaan pintu pelimpah atau spill way," kata Abu Bakar.

Air kiriman dari hulu sungai yakni limpahan dari PLTA sangat mempengaruhi ketinggian Sungai Kampar yang ada di Pelalawan.

Ketinggian Air Meningkat

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved