Rabu, 22 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Teroris Bertentangan dengan Islam, Densus 88 Tangkap Pemilik Konter HP Terduga Teroris, Sita Peluru

Aksi terorisme yang terjadi sangat bertentangan dengan ajaran Islam, karena dalam ajaran Islam dilarang seorang manusia membunuh manusia lainnya

Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri
AFP PHOTO/USEP USMAN NASRULLAH/PIKIRAN RAKYAT
Teroris Bertentangan dengan Islam, Densus 88 Tangkap Pemilik Konter HP Terduga Teroris, Sita Peluru. Foto: Densus 88 

Satu barang yang menarik perhatian Rizwan adalah tenda milik A yang juga turut diamankan petugas.

Dari situ, Rizwan baru mengetahui bahwa A ternyata sering berburu dan menginap di kebun karet yang cukup banyak terdapat di sekitar kawasan tempat tinggalnya.

"Yang jadi saksi penggeladahan kemarin, ada saya sama satu sepupunya. Waktu lihat polisi bawa tenda, saya baru tahu dari sepupunya bahwa A ternyata suka berburu di sekitar kebun karet di sini. Saya sendiri tidak tahu, apakah memang benar-benar berburu atau seolah-olah menganggap kegiatan itu sebagai latihan dari jaringan yang dia ikuti, ya kita tidak tahu," ujarnya.

Pribadi Tertutup

Rizwan (53), Ketua RT 13 Kelurahan Talang Kelapa yang menyaksikan langsung penggeledahan di rumah A mengatakan, pria tersebut dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan tidak mudah bergaul dengan warga sekitar.

"Pemahaman dia soal agama sangat jauh berbeda dengan warga pada umumnya. Mungkin itu yang menyebabkan dia sama istrinya tidak mudah bergaul dengan warga sekitar," ujarnya saat ditemui, Selasa (1/12/2020).

Diketahui, A sudah tinggal di kawasan tersebut sejak tahun 2005 silam.

Ia menikah dengan warga sekitar berinisial R (35) dan memiliki dua orang anak.

"Anaknya paling besar itu perempuan dan lagi sekolah pesantren di Lampung. Anak keduanya, laki-laki ada sekolah di sini, kelas 1 atau 2 SMP. Sekarang anak dan istrinya ada di rumah keluarga mereka," ujarnya.

Rizwan sendiri mengaku kaget saat Tim Densus 88 mendatangi kediamannya pada Senin sore.

Kedatangan tersebut adalah untuk minta pendampingan guna melakukan penggeledahan di kediaman R.

Penggeledahan dilakukan mulai dari pukul 16.30 sampai 20.00 WIB.

"Soalnya Ketua RT 48 lagi pergi, karena rumah saya yang paling dekat, jadi polisi minta saya yang temani," ujarnya.

Saat itu ada tiga polisi berpakaian preman yang datang menemui Rizwan.

"Mereka bilang kami dari Densus 88, bapak sudah tahu kan apa urusannya kalau kami sudah turun ke lapangan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved