Sabtu, 25 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Malu-maluin! Media Asing Sampai Beritakan Mensos Juliari Diduga Korupsi Bansos Covid-19

SCMP, media China yang berbasis di Hongkong memberitakan Juliari Batubara keterlibatannya dalam kasus tersebut. 

capture SCMP
Kasus dugaan korupsi Mensos Juliari Batubara diberitakan media asing 

Pada Jumat (28/11/2020) kemarin, KPK menangkap Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna dalam operasi tangkap tangan.

Ia ditangkap karena dugaan suap terkait perizinan pembangunan gedung di Rumah Sakit Umum Kasih Bunda.

Ajay Muhammad Priatna merupakan Ketua DPC PDIP Kota Cimahi.

Enam hari kemudian, tepatnya pada Kamis (3/12/2020) KPK menangkap Bupati Banggai Laut, Wenny Bukarno. 

Ia ditangkap karena dugaan suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Banggai Laut tahun anggaran 2020.

Wenny Bukarno merupakan Ketua DPC PDIP Banggai Laut.

Tak berlangsung lama, hanya dalam rentang tiga hari kemudian, tepatnya pada Minggu (6/12/2020), KPK menangkap Menteri Sosial, Juliari Batubara dalam kasus dugaan korupsi Bansos Covid-19. 

Juliari Batubara merupakan wakil bendahara umum PDIP.

Ditangkapnya tiga kader PDIP dalam kasus korupsi tentunya menjadi pukulan telak bagi partai besutan Megawati.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya sudah mewanti-wanti para kadernya untuk tidak menyalahgunakan kekuasaan.

Bahkan Hasto menjelaskan, PDIP selalu menanamkan sikap antikorupsi dalam berbagai kesempatan.

"Kami selalu tegaskan bahwa kekuasaan itu untuk rakyat. Siapapun dilarang menyalahgunakan kekuasaan, terlebih melakukan tindak pidana korupsi. Kalau sudah menyangkut hal tersebut, Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati selalu wanti-wanti untuk tidak melanggar hukum. Tertib hukum wajib bagi wajah pemerintahan yang bersih, bebas dari korupsi," ucapnya, dikutip dari Tribunnews.com.

Hasto juga menjelaskan PDIP akan mendukung proses hukum yang berjalan.

Juga mendukung sepenuhnya langkah pemberantasan korupsi termasuk berbagai bentuk OTT KPK.

Penetapan ini dilakukan KPK setelah memeriksa 16 orang, termasuk Wenny yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis (3/12/2020) kemarin.

(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved