Breaking News:

Disetubuhi, Hp Dirampas Lalu Harus Setor Rp 500 Ribu Sebulan, Wanita Panggilan Laporkan Oknum Polisi

Setelah pria tersebut masuk dan hendak berhubungan badan, tiba-tiba seorang oknum polisi berinisial RCN menggedor pintu kamar kos MIS

radikal.com
ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DENPASAR - Tak tahan lagi diperas tiap bulan harus setor uang setengah juta kepada oknum polisi, seorang wanita akhirnya melapor ke Polda Bali.

Awal pemerasan, gara-gara berinisial MIS (21) itu tertangkap basah saat sedang akan melayani seorang pria di kamar kosnya.

Memang, sejak terkena PHK dari tempat bekerjanya di sebuah hotel, wanita muda itu beralih profesi menjadi wanita panggilan.

Hal itu dilakukannya untuk mempertahankan hidup usai tidak lagi memiliki penghasilan tetap.

Baca juga: Bupati Pelalawan Tunjuk Tengku Putra Jadi Dirut BUMD Tuah Sekata, Dilantik Senin Depan

Baca juga: SO SWEET, Hasil Swab Negatif Covid-19, Misnarni Pilih Temani Gubernur Riau Syamsuar di Rumah Sakit

Baca juga: Bawaslu Belum Terima Gugatan Hasil Pilkada Pelalawan 2020, KPU: Tunggu Register dari MK

MIS menawarkan jasanya kepada pria hidung belang lewat aplikasi MiChat.

Saat sudah menemukan pelanggan dan sepakat melayani sang pria, ada oknum polisi anggota Polda Bali, RCN yang memergoki dan kemudian mmeras pekerja seks komersial (PSK) itu.

Wanita muda itu dimintai uang dengan dalih keamanan sebesar Rp 500 ribu per bulan.

Tak tahan menjadi korban pemerasan, MIS akhirnya melaporkan perbuatan sang oknum penegak hukum ke institusinya.

Didampingi kuasa hukumnya, MIS melaporkan kasus dugaan pemerasan itu ke Polda Bali, pada Jumat (18/12/2020).

Charlie Usfuna nyang menjadi kuasa hukum korban mengatakan, MIS awalnya bekerja di sebuah hotel di kawasan Badung, Bali.

Halaman
123
Editor: Nurul Qomariah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved