Diduga Alami Microsleep, Mahasiswi Tewas Dalam Kecelakaan Tunggal di Tol Pekanbaru - Dumai
Mahasiswi Tewas terlempar keluar mobil Dalam Kecelakaan di Tol Pekanbaru - Dumai, Diduga Alami Microsleep
Penulis: Rizky Armanda | Editor: M Iqbal
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Seorang mahasiswi tewas dalam kecelakaan di Tol Pekanbaru - Dumai.
Korban adalah Nada Edwina (22), seorang mahasiswi pendidikan profesi dokter.
Peristiwa nahas ini terjadi pada Kamis (24/12/2020) sekitar pukul 15.50 WIB sore kemarin.
Mobil merk Honda Brio dengan plat nomor BM 1627 EH yang dikemudikan korban mengalami hilang kendali di Km 89, Kabupaten Bengkalis.
Kronologis yang disampaikan pihak kepolisian, awalnya mobil yang dikendarai korban, datang dari arah Dumai menuju Duri dengan kecepatan tinggi.
Diduga Warga Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau ini mengalami microsleep (tidur seketika), sehingga mobil yang dikendarainya hilang kendali.
Mobil bergerak ke arah kiri lalu menabrak pembatas jalan.
Setelah itu mobil banting stir ke kanan dan menabrak barrier (pagar pembatas tengah jalan, red).
"Akibat dari kejadian tersebut pengemudi mobil Honda Brio BM 1627 EH atas nama Nada Edwina meninggal dunia serta kendaraan mengalami kerusakan," kata Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto.
Menurutnya posisi korban saat ditemukan berada di luar mobil.
"Korban terlempar keluar mobil setelah menabrak pembatas jalan. Diduga korban tidak memakai pengaman atau safety belt, karena posisi korban saat itu ditemukan sudah di luar mobil dalam kondisi luka berat dan dinyatakan meninggal dunia," kata Sunarto seperti dikutip dari Kompas.com.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), sebut dia, penyebab kecelakaan tunggal diduga akibat kelalaian pengemudi mobil.
"Korban mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga hilang kendali dan terjadi kecelakaan tunggal," sebut Sunarto.
Korban dan mobilnya selanjutnya dievakuasi oleh petugas kepolisian dan pengelola tol Pekanbaru-Dumai. Jasad korban dibawa ke rumah sakit.
Selain merenggut nyawa mahasiswi, kerugian dari kecelakaan lalu lintas itu ditaksir Rp 20 juta.