Breaking News:

Negara Ini Larang Tes Perawan Menggunakan Dua Jari bagi Kasus Pemerkosaan

Yakni dengan memasukkan satu atau dua jari ke dalam vagina wanita untuk menguji kelemahannya dan keberadaan selaput dara.

freepik.com
Ilustrasi Perawan 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Para aktivis hak asasi manusia menyambut baik keputusan pengadilan Pakistan yang melarang "tes keperawanan".

Tes ini sebelumnya diajukan dalam pemeriksaan pemerkosaan.

Keputusan itu, yang berlaku di provinsi Punjab, akan mengakhiri praktik pemeriksaan fisik untuk selaput dara utuh dan "tes dua jari" invasif.

Hakim Pengadilan Tinggi Lahore, Ayesha Malik mengatakan tes itu "memalukan" dan "tidak memiliki nilai forensik".

Keputusan itu menyusul dua petisi yang diajukan di provinsi Punjab oleh aktivis hak asasi manusia.

Para pegiat telah lama menuntut diakhirinya tes keperawanan sebagai bagian dari evaluasi medis dalam kasus pemerkosaan.

Pasalnya hal ini melansir BBC tidak memiliki dasar ilmiah.

Keputusan hari Senin berlaku di Punjab tetapi dapat berfungsi sebagai preseden untuk petisi di pengadilan tinggi provinsi lainnya.

Baca juga: TAK BERADAB,Pengemis Muda Akting Nangis Kelaparan,Jika Tak Diberi Gores dan Ludahi Mobil yang Lewat

Baca juga: Kalau Sering Blusukan Itu Pencitraan, Fadli Zon: Jangan-Jangan Gangguan Gila Pencitraan

Baca juga: Hujan Tangis Iringi Pemakaman Chacha Sherly Eks Trio Macan, Ini Pesan Almarhumah pada Adik Kembar

Petisi serupa saat ini sedang menunggu di Pengadilan Tinggi Sindh.

Sameer Khosa, seorang pengacara yang mewakili pemohon petisi dalam kasus Lahore, mengatakan kepada BBC bahwa putusan itu telah "menetapkan dengan sangat jelas bahwa tes keperawanan tidak memiliki nilai forensik dalam kasus apapun yang melibatkan kekerasan seksual".

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved