Kamis, 7 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

10 Bayi Baru Lahir Terpanggang di Rumah Sakit, Api Mengamuk di Bangsal Perawatan

Sepuluh bayi yang baru lahir di rumah sakit negara bagian Maharashtra, India Barat hangus terbakar diamuk api yang melalap rumah sakit tersebut.

Tayang:
Penulis: aries | Editor: Rinal Maradjo
hindu times
Kepala Menteri India berkunjung ke rumah sakit tempat 10 bayi terpanggang 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sepuluh bayi yang baru lahir di rumah sakit umum Bhandara di negara bagian Maharashtra, India Barat hangus terbakar diamuk api yang melalap rumah sakit tersebut.

Dikutip Tribunpekanbaru.com dari CNN pada Minggu (10/1/2021), peristiwa tragis itu terjadi pada hari Sabtu (9/1/2021) siang.

"Bayi-bayi tak berdosa itu tewas dalam amukan api," sebut Doordarshan media lokal setempat yang dikelola pemerintah.

Sumber api yang membumihanguskan rumah sakit itu berasal dari Unit Perawatan Bayi Baru Lahir (SNCU).

Sementara itu, tujuh bayi lainnya yang juga tengah dirawat di Unit Perawatan Bayi Baru Lahir berhasil diselamatkan oleh tim Pemadam kebakaran.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 1.30 pagi pada hari Sabtu.

Menurut Pramod Khandate, kepala ahli bedah di rumah sakit tersebut,

Baca juga: Pasukan India Makin Brutal, Habisi Nyawa Pemuda Kashmir yang Tak Bersalah, Dianggapnya Militan

Baca juga: India Dapatkan Kekuatan Melawan China, Hancurkan China Lewat Kerjasama dengan Negara ASEAN Ini

Sekitar pukul 1.30 dinihari, soerang staf perawat menemukan asap keluar dari bangsal yang merawat bayi yang dirujuk ke rumah sakit dari rumah sakit lain.

Ketika dia masuk ke kamar, dia tidak dapat melihat apapun karena asap tebal.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Maharashtra Rajesh Tope mengatakan kebakaran itu dipicu oleh korsleting arus pendek di SNCU, sebut .

"Saat ini, penyelidikan sedang berlangsung," kata Tope

Ia menambahkan bahwa $ 6.813 atau sekitar Rp 102 juta akan dibayarkan sebagai kompensasi kepada setiap keluarga yang terkena dampak.

Negara juga akan menanggung biaya pemakaman dan konseling.

"Siapapun yang bersalah dalam hal ini tidak akan diampuni sama sekali," kata Tope.

"Harus dipastikan bahwa insiden seperti itu tidak akan terjadi selanjutnya."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved