Breaking News:

Techno

Data Pengguna Dikumpulkan, Menteri Kominfo Panggil WhatsApp dan Facebook

Pembaruan kebijakan privasi yang dilakukan WhatsApp mengundang kekhawatiran terkait data pribadi pengguna. Kominfo pun ikut menanggapi hal ini.

PC Tech Magazine
ILustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo) memanggil perwakilan WhatsApp dan Facebook regional Asia Pasifik, Senin (11/1/2021) kemarin.

Dalam pertemuan tersebut dibahas sejumlah hal mengenai perlindungan data pribadi pengguna, termasuk soal kebijakan baru WhatsApp.

WhatsApp memang mulai memberikan notifikasi kepada para pengguna platformnya terkait pembaruan Persyaratan Layanan dan Kebijakan Privasi.

Salah satunya adalah kebijakan soal pemrosesan data pengguna dan pemberian hak penuh pada WhatsApp untuk menggunakan data-data tersebut.

Menurut Menteri Kominfo, Johnny Plate, pihak WhatsApp harus transparan terkait kebijakan baru yang berlaku ini.

Baca juga: Telegram Cari Gara-gara, Beraninya Mereka Menyindir WhatsApp dengan Meme Peti Mati, Seperti Ini

Baca juga: Catat, Ini 5 Kebijakan Privasi WhatsApp Terbaru Yang Perlu Anda Ketahui, Jangan Sampai Keliru

Menteri Kominfo Johny G Plate
Menteri Kominfo Johny G Plate (Ferdinand Waskita/Tribunnews.com)

Johnny meminta WhatsApp dapat membeberkan apa saja jenis-jenis data pribadi yang dikumpulkan, diproses oleh WhatsApp, dan dibagikan kepada pihak ketiga.

Johnny juga meminta WhatsApp agar memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait tujuan dan dasar dari pemrosesan data pribadi tersebut.

Selain itu, WhatsApp juga harus memberikan jaminan akuntabilitas pihak-pihak yang menggunakan data pribadi.

"Mekanisme yang tersedia bagi pengguna untuk melaksanakan hak-haknya, termasuk hak untuk menarik persetujuan serta hak lain yang dijamin oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku," ungkap Johnny kepada KompasTekno.

Diminta patuh hukum perlindungan data pribadi Selain meminta WhatsApp transparan dalam mengelola data pribadi milik pengguna, Johnny juga menegaskan agar platform tersebut lebih patuh terhadap hukum yang mengatur perlindungan data pribadi di Indonesia.

Halaman
1234
Editor: CandraDani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved