Kamis, 7 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Sabetkan Parang 8 Kali, Sakit Hati Picu Putra Bunuh Sama Arti Zai

Berdasarkan interogasi polisi kepada pelaku, pembunuhan terjadi akibat pelaku PH alias Putra rasa sakit hati kepada korban Sama Arti Zai

Tayang:
Penulis: johanes | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU/JOHANNES TANJUNG
Polres Pelalawan menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus pembunuhan korban Sama Arti Zai (25) yang dilakukan pelaku PH alias Putra (18) di Mapolres pada Selasa (12/01/2021) sore. 

Keduanya merupakan karyawan kebun milik Sudiman di Langgam dan tinggal dalam satu pondok.

Melihat korban memasak dan tidak mematikan tungku masakan setelah dipakai, pelaku menegurnya.

Namun korban tak terima teguran tersebut dan emosi memarahi pelaku hingga terjadi cekcok mulut antara kedua dan berlanjut ke perkelahian fisik.

Polres Pelalawan menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus pembunuhan korban Sama Arti Zai (25) yang dilakukan pelaku PH alias Putra (18) di Mapolres pada Selasa (12/01/2021) sore.
Polres Pelalawan menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus pembunuhan korban Sama Arti Zai (25) yang dilakukan pelaku PH alias Putra (18) di Mapolres pada Selasa (12/01/2021) sore. (TRIBUNPEKANBARU/JOHANNES TANJUNG)

Korban mengambil sebilah pisau yang ada di dekatnya dan mengancam pelaku.

Melihat dirinya dalam bahaya, pelaku lagi ke depan pondok dan menjumpai sebilah parang tajam sepanjang 70 centimeter.

Lantas ia mengambilnya dan menghadapi korban dengan membacok bagian leher sebelah kirinya satu kali.

"Saat korban terluka parah dan berlumuran darah, ia berlari menyelamatkan diri sejauh 50 meter. Tepat disamping parit kebun, korban jatuh karena mungkin tidak kuat lagi," terang Kasat Ario.

Pelaku yang sudah kepalang emosi dan kalap, ia mengejar korban dan kembali membacoknya berkali-kali hingga terluka parah.

Selanjutnya korban ditinggalkan dan pelaku kembali ke pondok untuk membersihkan darah yang berceceran.

Sambil melap darah menggunakan celananya, pelaku sadar jika korban masih hidup dan sempat duduk usai dibacok hingga delapan kali.

Selanjutnya ia kembali ke lokasi pembacokan dan melihat korban telah terjatuh ke parit tersebut.

"Pelaku sampai lupa berapa kali ia membacok korban, karena emosi dan kalap. Berdasarkan hasil otopsi ada delapan luka terbuka akibat benda tajam di tubuh korban," kata Ario.

Selanjutnya pelaku merencanakan pelarian karena telah membunuh korban.

Ia meminjam sepeda motor milik mandor kebun bernama Saragih dan membawanya hingga ke Pandai Kabupaten Kampar.

Dari tempat itulah ia kabur ke lokasi persembunyiannya di Tapanuli Selatan.

Selama 17 hari setelah pembunuhan, pelaku berhasil ditangkap tim gabungan Polres Pelalawan pada tanggal 10 Januari di tengah hutan Bukit Barisan.

( Tribupekanbaru.com / Johannes Wowor Tanjung )

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved