DPRD Pekanbaru
DPRD Pekanbaru Dukung Belajar Tatap Muka Akhir Januari Ini
Pemko Pekanbaru sudah membuka wacana, belajar tatap muka pada akhir Januari ini.
Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pemko Pekanbaru sudah membuka wacana, belajar tatap muka pada akhir Januari ini.
Rencana ini seiring selesainya pemetaan wilayah resiko penularan Covid-19 di Kota Pekanbaru.
Menindaklanjuti wacana ini, legislator di Gedung Payung Sekaki DPRD Pekanbaru mendukungnya.
Namun wakil rakyat ini meminta, agar Pemko melalui Tim Satgas Covid-nya, benar-benar mempersiapkan belajar tatap muka secara maksimal.
"Kita harapkan jangan asal-asalan. Persiapkan dengan matang. Yang paling penting lagi, jangan ada siswa dibebankan apapun," pinta Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru H Ervan, Jumat (15/1/2021) kepada Tribunpekanbaru.com.
Adanya keputusan dari Disdik, mengenai siswa tidak diwajibkan rapid tes untuk belajar tatap muka nanti, disupport penuh DPRD.
Sebab hal itu diyakini bisa memberatkan orangtua siswa. Apalagi di masa pandemi, pemasukan para orangtua minim.
"Ada hal lain lagi yang kita tekan kan, yakni adanya kebijakan sekolah yang menerapkan aturan di luar arahan Disdik. Ini harus ditertibkan," tambah politisi Gerindra ini.
Disinggung mengenai pemetaan daerah yang dilakukan pemerintah saat ini, disarankan Ervan, agar pemetaan tersebut benar-benar ril dilakukan.
Karena penyebaran kasus covid 19 di semua kecamatan di Kota Pekanbaru, tidak sama.
"Kita sepakat bahwa belajar penguatan belajar daring dengan belajar tatap muka ini, diharapkan ada kepastian pada akhir Januari ini. Jadi seperti tidak main-main lah," katanya.
Sebelumnya, Walikota Pekanbaru Firdaus MT menegaskan, bahwa pihaknya memperkirakan sekitar tanggal 20 Januari 2021, zona pemetaan untuk belajar tatap muka sudah rampung.
Diakuinya, belajar tatap muka sempat ditunda, untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pasca libur natal dan tahun baru.
Firdaus menyebut bahwa Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 saat ini, sudah melakukan pemetaan terhadap zona penularan Covid-19.
Walikota menyebutkan, pemerintah hanya menggelar belajar tatap muka di zona kuning dan hijau. Kedua zona itu resiko penularannya rendah.
Saat ini dari hasil pemetaan awal ada empat kecamatan masuk zona oranye atau dengan resiko sedang. Kecamatan tersebut, yakni Sail, Tenayan Raya, Marpoyan Damai dan Bukit Raya.
"Di Kota Pekanbaru sekarang belum ada zona hijau, mayoritas zona kuning," sebutnya. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).