Breaking News:

Sudah Vaksin Covid-19, tapi Belasan Ribu Warga Israel Positif: TERUNGKAP Cara Kerja Vaksin Pfizer

Sebanyak 69 di antaranya sudah mendapatkan dosis kedua vaksin virus corona baru, Kementerian Kesehatan Israel melaporkan.

(AFP/AMIR COHEN)
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam foto tengah bersiap untuk menerima vaksin virus corona di Sheba Medical Center, rumah sakit terbesar di negara itu, di Ramat Gan dekat kota pesisir Tel Aviv, pada 19 Desember 2020. 

Dari 20.000 orang yang dites selama periode pasca-vaksin ini, 1.410 dinyatakan positif Covid-19 atau 7,2%. 

Kemudian, dari 3.199 orang yang melakukan tes virus corona antara hari ke-22 dan ke-28 setelah vaksin pertama, 84 terpapar virus corona atau 2,6%, termasuk 69 orang yang sudah dua kali divaksinasi.

Baca juga: SPEK & HARGA Poco M3: Dijual 26 Januari, INI LINK Flash Deal Poco M3

Baca juga: UPDATE! Arab Saudi Beri Kelonggaran, SIMAK Syarat Umrah Terbaru di Masa Pandemi

Satu dosis kurang efektif

Sekitar 2,15 juta orang telah divaksinasi di Israel selama sebulan terakhir menggunakan vaksin Pfizer-BioNTech, tercepat di dunia, dengan 300.000 di antaranya sudah mendapatkan dosis kedua yang bergulir mulai pekan lalu.

Tetapi, catatan kehati-hatian datang dari Nachman Ash, Komisioner Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Israel.

"Satu dosis tampaknya kurang efektif dari yang kami kira," katanya kepada Army Radio.

Sementara tes serologis terhadap karyawan Sheba Medical Center di Tel Hashomer seminggu setelah mereka menerima dosis kedua vaksin Pfizer-BioNTech menunjukkan, dari 102 karyawan yang diuji, 100 memiliki tingkat antibodi antara 6 hingga 20 kali lebih tinggi.

Baca juga: UPDATE! Arab Saudi Beri Kelonggaran, SIMAK Syarat Umrah Terbaru di Masa Pandemi

Baca juga: Jelang Imlek, Wuhan Kota Asal Covid-19 Ditemukan Itu Sudah Tampak Normal

Baca juga: Dua Anggota FBR Dibacok, Polisi Tangkap Anggota Kelompok Kei

“Ini menarik. Artinya, vaksin tersebut bekerja dengan sangat baik dan kami berharap melihat penurunan insiden infeksi dalam beberapa hari," ungkap Prof Gili Regev-Yohai, Direktur Unit Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Sheba Medical Center.

Menurut Pfizer, lompatan besar dalam kekebalan terjadi antara hari ke-15 dan ke-21, ketika keefektifan vaksin meningkat dari 52% menjadi 89%.

Setelah itu, dosis kedua membawa ke perlindungan 95%.

Halaman
123
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved