Breaking News:

Bengkalis

NGERI, Dana Desa di 8 Desa di Bengkalis Diduga Diselewengkan, Termasuk Bantuan Covid-19

Kejari Bengkalis saat ini sedang menyelidiki dugaan penyimpangan dana desa di delapan desa dan juga penyelewengan dana bantuan Covid-19 di sebuah desa

http://pontianak.tribunnews.com/
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Kejaksaan Negeri atau Kejari Bengkalis tengah melakukan pengumpulan data (Puldata) dan Pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) dugaan penyimpangan penggunaan anggaran desa di Bengkalis.

Setidaknya ada sekitar delapan desa yang sudah diperiksa dan dimintai keterangan oleh Kejari Bengkalis melalui Seksi Pidana Khusus (Pidsus).

Hal ini diungkap oleh Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Bengkalis Jufrizal kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (12/2) siang.

Menurut dia tujuh desa tersebut diantaranya Desa Darul Aman Kecamatan Rupat, Desa Pinggir Kecamatan Pinggir, Desa Dompas, Desa Langkat Kecamatan Siak Kecil, Desa Kadur Kecamatan Rupat Utara, Desa Senderak, Desa Senggoro Kecamatan Bengkalis dan Desa Jangkang Kecamatan Bantan.

Pak Kades Keenakan Dapat Dana Desa 500 Juta, Rumah Pun Ia Tinggalkan, Perabotan Diangkutnya

Diduga Banyak Pikiran Karena Dana Desa, Kades di Jateng ini Linglung Usai Hisap Ganja

Seorang kepala desa diamankan oleh polisi karena korupsi dana desa.
Seorang kepala desa diamankan oleh polisi karena korupsi dana desa. (istimewa/Tribunnews)

Dari delapan desa ini, tujuh desa diperiksa terkait dugaan penyimpangan penggunaan dana desa yang bersumber dari APBN tahun 2018 lalu.

Sedangkan satu dengan terkait dugaan penyimpangan penyaluran bantuan Covid-19 yakni Desa Senggoro.

"Kita sudah melakukan memeriksa masing masing kepala desa satu kali. Nanti tentu ada pemeriksaan lebih lanjut dan verifikasi penggunaan anggarannya, Sekarang kita masih mengumpulkan data dan meriksa pihak terkait lainnya," ungkap Jufrizal.

Menurut dia, delapan desa ini ada indikasi penyelewengan penggunaan dana desa, termasuk Desa Senggoro diduga ada indikasi penerima bantuan Covid mereka yang tidak layak menerima menjadi penerima bantuan Covid-19.

Pakai Dana Desa untuk Foya-foya, Oknum Kepala Desa Ini Terancam 20 Tahun Penjara, Denda Rp 1 M

Video: Diduga Korupsi Dana Desa Hingga Rp 900 Juta, Mantan Kades Sungai Upih Ditahan Kejari

Dugaan ini berasal dari laporaan yang diterima Kejari Bengkalis beberapa waktu lalu.

"Kita masih mendalami indikasi ini dengan melakukan verifikasi Puldata dan Pulbaket. Jika memenuhi unsur bisa dinaikan menjadi penyidikan," terangnya.

Proses Pulbaket dan Puldata masih berjalan sampai saat ini. Nantinya akan disampaikan pihaknya secara konfrensi pers jika ada yang memenuhi unsuk naik perkaranya menyadi penyidikan.

Pihaknya belum bisa menyampaikan secara pasti berapa dugaan kerugian negara karena masih tahapan klarifikasi.

Nanti setelah memenuhi unsur dan dilakukan pemeriksaan di lapangan serta audit baru akan diketahui.(Tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved