Kok Bisa Wakil Bupati Sudah Divaksin Tapi Masih Terjangkit Covid-19, Ahli Sampai Angkat Suara
Wakil Bupati Kabupaten Nganjuk, H Marhaen Djumadi, dinyatakan postif Covid-19 meski sudah mendapatkan vaksin Covid-19 sebanyak dua kali.
Hal itu menuntut ia harus mondar-mandir menangani musibah bencana alam yang terjadi tersebut.
Bahkan, ungkap Marhaen, sejumlah menteri dan para tamu pejabat tinggi Provinsi Jawa Timur juga ditemuinya terkait penanganan bencana alam di Nganjuk.
"Di tengah aktifitas padat tersebut kami belum merasakan apa-apa, dan baru kemarin terasa badan tidak enak yang ternyata kena Covid-19," terangnya.
Seperti diketahui, Marhaen sebetulnya telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 sebanyak dua kali.
Yakni vaksin pertama pada 27 Januari 2021 dan vaksin kedua pada 10 Februari 2021.
Turut mendapatkan vaksin tersebut adalah Bupati Nganjuk, Kapolres Nganjuk, Komandan Kodim 0810 Nganjuk, dan Forpimda Kabupaten Nganjuk serta sejumlah tokoh publik di Nganjuk.
Untuk itu, imbuh Marhaen, pihaknya berharap warga mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan dengan baik dan benar.
Ini karena penyebaran Covid-19 masih terus terjadi dan bisa menimpa siapa saja tanpa melihat pejabat atau warga biasa.
"Kami mengajak masyarakat untuk menjalankan prokes dengan benar dan baik. Seperti dengan menjalankan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Dan jangan lupa menjaga imun agar tidak turun dengan pikiran fress dan makan makanan bergizi," tutur Marhaen.
Penjelasan ahli
Menjawab persoalan tersebut, Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Prof. DR Sri Rezeki S Hadinegoro dr SpA(K) angkat bicara.
"Apakah (vaksin Covid-19) menjamin 100 persen (tidak akan terinfeksi)? Saya rasa di dunia ini tidak ada yang menjamin 100 persen," kata Prof Sri dalam keterangan pers Persetujuan Penggunaan Darurat (EUA) CoronaVac, Senin (11/1/2021).
Namun, ditegaskan Prof Sri bahwa pemberian vaksin Covid-19 ini dimaksudkan agar jika pun nanti partisipan tetap tidak bisa menghindari dari terinfeksi virus SARS-CoV-2, setidaknya pasien tidak akan mengalami kesakitan yang parah dan meminimalisir risiko kematian.
Ada hal lain yang perlu diingat oleh masyarakat bahwa penyuntikan vaksin CoronaVac ini akan dilakukan dua kali secara bertahap.
Jika Anda nanti menjadi partisipan penerima vaksin, ingatlah setelah mendapatkan suntikkan vaksin Covid-19 yang pertama, maka itu tidak langsung akan membuat antibodi tubuh Anda muncul dan meningkat drastis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/kok-bisa-wakil-bupati-sudah-divaksin-tapi-masih-terjangkit-covid-19-ahli-sampai-angkat-suara.jpg)