Keluarga Tak Menyangka Praka Dedi Pergi Begitu Cepat, Abang: Pagi Video Call, Maghrib Sudah Tak Ada
Heru, abang Praka Dedi Irawan menyebutkan, keluarga begitu tidak menyangka adiknya pergi secepat ini.
Penulis: Rizky Armanda | Editor: Ariestia
"Dialah anak yang tidak pernah membuat air mata orang tua jatuh. Ya, yang namanya umur kita tidak tahu. Sosok yang baik adalah dia," ucap Heru.
Jenazah almarhum Praka Dedi Irawan diterbangkan dari Sulawesi Tengah ke Jakarta.
Selanjutnya, jenazah diterbangkan dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta menuju Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, untuk dibawa ke rumah duka.
Jenazah Praka Dedi Irawan mendarat di Lanud Roesmin Nurjadin.
Setelah itu, jenazah dibawa ke rumah duka dan tiba sekitar pukul 17.00 WIB.
Istri Praka Dedi dan putrinya yang masih berusia 2 tahun terlihat ikut dalam mobil yang membawa jenazah.
Tangis pecah ketika putri Praka Dedi menjerit disambut keluarga di rumah duka.
Setelah disemayamkan sebentar di rumah duka, jenazah Praka Dedi Irawan dibawa ke Masjid Abu Bakar untuk disalatkan.
Setelah itu, jenazah diserahkan kepada TNI untuk selanjutnya dimakamkan di komplek Taman Bahagia Pekanbaru.
Peti jenazah almarhum yang berbalut bendera merah putih itu diangkat 6 orang personel TNI. Iring-iringan jenazah tiba di dekat lobang makam.
Tembakan salvo meletus beberapa kali, mengiringi proses pemakaman Praka Dedi Irawan secara militer ini.
Keluarga pun ikut mengiringi.
Ibunda Praka Dedi yang mengenakan mukenah warna putih, terlihat memeluk erat foto almarhum semasa hidup.
Ia didampingi anggota keluar yang lain.
Karena gugur dalam melaksanakan tugas negara, Praka Dedi Irawan naik pangkat menjadi Kopda (Anumerta). (Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/pemakaman_kopda_anumerta_dedi_irawan_di_taman_makam_bahagia_pekanbaru_dihadiri_keluarga.jpg)