Kepulauan Meranti
Adik Ipar yang Hamil Mengakui, Oknum Kades di Meranti Malah Membantah Telah Mantap-mantap
Oknum kades tersebut dilaporkan tokoh agama dan masyarakat hingga BPD karena melakukan tindakan tersebut dengan adik iparnya hingga hamil.
Penulis: Teddy Tarigan | Editor: CandraDani
TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Kepala Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau dilaporkan karena telah melakukan tindakan asusila.
Hal tersebut juga mencuat setelah badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tanjung Desa bersama dengan perangkat desa lainnya, baik dari tokoh agama, dan masyarakat melaporkan hal tersebut kepada pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kepulauan Meranti.
Bahkan dari informasi yang dirangkum, oknum kades tersebut dilaporkan karena melakukan tindakan tersebut dengan adik iparnya hingga hamil.
Camat Tebingtinggi Barat Zaid Zamhur saat dikonfirmasi Tribun Pekanbaru membenarkan hal tersebut.
Dirinya mengatakan di tingkat telah menerima aduan tersebut dan telah meneruskannya kepada pihak Pemkab Kepulauan Meranti.
Baca juga: Pasangan Ini Terlalu Lugu Hingga Tak Tau Caranya Belah Duren Terungkap Saat Dokter Masukan Jarinya
Baca juga: Satgas Kebakaran Lahan di Pekanbaru Sudah Dibentuk, DPRD Pekanbaru Respon Begini
"Kemarin sudah kita laporkan kepada pihak Kabag Hukum dan PMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa), sedang diproses orang itu," ungkap Zaid.
Dirinya mengatakan sudah menanyakan langsung kepada oknum Kades yang dilaporkan terkait laporan masyarakat tersebut.
Hanya saja Zaid mengatakan bahwa oknum kades tersebut menampik bahwa laporan masyarakat tersebut tidak benar.
"Tapi kemarin itu beliau bilang bukan dia yang melakukan," ujarnya.
Sementara itu Plt. Kepala Dinas PMD Kepulauan Meranti Irmansyah saat dikonfirmasi Tribun Pekanbaru, Kamis (11/3/2021) mengatakan telah menerima laporan tersebut dan telah melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait.
"Semalam sudah kita panggil dari pihak Camat, BPD dan masyarakat yang melaporkan serta keluarga yang bersangkutan (korban). Kemudian dari siang menjelang sore kita juga sudah panggil kepala desa yang bersangkutan," ujar Irmansyah.
Baca juga: Pria Cianjur Ini Curi 12 Ribu Tali Bra Karena Ingin Sukses Seperti Tetangga, Pelaku Ungkap Gunanya
Baca juga: 1.039 Lansia Dapat Vaksin dalam Dua Hari Vaksinasi Covid-19 Massal di IKPTB Pekanbaru
Irmasnyah mengatakan dari pihak keluarga korban yang mengaku sebagai korban memang membenarkan perbuatan yang dilakukan oleh oknum kades tersebut.
Hanya saja saat oknum kades tersebut hadir dan memberikan penjelasan, Irmansyah mengatakan bahwa oknum kades tersebut tidak mengakui laporan dari masyarakat tersebut.
"Sesuai keterangannya dia (Kades) tidak membenarkan, jadi dia tidak mengaku seperti yang dilaporkan tersebut," ujarnya.
Irmansyah mengatakan bahwa saat ini kejadian ini hanya diketahui dilaporkan kepada pihak mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ilustrasi-wanita-hamil-tua.jpg)