Belasan PSK Terjaring Razia, Mengaku Terpaksa, Buat Jajan Anak Pak. . .
Belasan Pekerja Seks Komersial terjaring razia polisi dalam penertiban penyakit masyarakat (Pekat).
"Saat itu saya sedang bingung usai cerai, sedangkan saya butuh biaya buat kebutuhan sekolah kedua anak saya. Terus datang teman saya dan menawarkan cari uang dengan cara jual diri. Saya ikut dan begini jadinya," kata dia.
TL pun mengaku di masa pandemi ini hanya mendapatkan uang Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu setiap malamnya.
Ia berujar, karena masa pandemi maka sepi pelanggan. Jarang pria berlalu lalang di wilayah perkotaan karena aturan ketat pencegahan Covid-19.
Ingat Anak, Tak Pernah Lama saat Mangkal
TL mengaku tak pernah lama mangkal saat mencari pelanggan. Dirinya akan bergegas pulang setelah mendapatkan uang dari satu atau dua pelanggan.
Ia mengaku selalu ingin cepat pulang dan berkumpul dengan keluarganya jika telah membawa sejumlah uang.
Uang tersebut ia gunakan untuk makan dan jajan anak-anaknya.
"Saya enggak berpikir besar atau kecilnya dapat uang. Setelah saya dapat uang untuk bekal anak-anak meski satu kali melayani, saya langsung pulang. Yang penting saya ada buat jajan dan makan anak-anak," ujar dia sambil menutupi wajahnya.
TL disebut menjadi PSK hanya malam hari sja. Di siang hari, ia layaknya ibu rumah tangga lainnya yang mengasuh anak-anaknya.
"Saya butuh uang untuk kebutuhan hidup. Anak saya sudah dua ditambah sekarang saya hamil tua. Meski hamil saya mengaku menjual diri dan berhubungan sama pelanggan," ujar TL.
"Saya baru 6 bulan begini setelah cerai sama suami," imbuhnya.
Ia tak berpikir panjang dari pekerjaannya sebagai PSK. Menurutnya, yang terpenting adalah membesarkan anak-anaknya.
"Saya enggak mikir apa-apa lagi, bagaimana caranya anak-anak saya bisa makan besok," tambahnya.
Mendapatkan Pembinaan
Adapun Kepala Seksi Dal Ops PP Kota Tasikmalaya Sandi A Suguh membenarkan jika ada dua PSK jalanan yang terjaring razia oleh tim patroli rutin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/sejumlah-psk-yang-diamankan-petugas-polres-metro-jakarta-utara-dki-jakarta.jpg)