KENALI Penyebab Puting Payudara Keluarkan Cairan dari Warna: Merah, Hijau, Kuning hingga Putih
Nah seperti disebutkan di atas, perubahan hormonal-lah yang bertanggung jawab atas produksi kolostrum tersebut.
Beberapa jam setelah melahirkan, seseorang mungkin memperhatikan peningkatan kolostrum, yang berupa cairan bening, putih, atau kuning.
Beberapa ibu yang menyusui memperhatikan bahwa cairan putih susu muncul berlanjut selama berbulan-bulan setelah disapih.
Pada perempuan yang tidak sedang menyusui atau hamil, keputihan semacam ini masih terhitung normal.
Terutama, jika kondisi ini terjadi setelah rangsangan pada puting atau payudara yang intens.
Dokter biasa menggunakan istilah galaktorea untuk merujuk pada produksi ASI atau cairan susu di luar kehamilan dan menyusui.
Beberapa penyebab galaktorea selain rangsangan pada puting payudara adalah, adanya kondisi yang memengaruhi kelenjar pituitari di otak, seperti tumor jinak.
Lalu, efek dari obat-obatan yang mempengaruhi hormon, seperti pil KB atau suplemen estrogen, beberapa suplemen herbal, termasuk adas dan adas manis.
Bisa pula hal itu terjadi pada perempuan yang mengalami ketidakseimbangan hormon, serta efek obat antidepresan.
Cairan kuning
Kolostrum alias cairan yang muncul sebelum adanya ASI, bisa berwarna kuning, bening, atau putih, atau bisa berubah warna.
Beberapa orang menyadarinya dalam kehamilan atau segera setelah melahirkan, bahkan jika mereka secara eksklusif memberi susu botol.
Kondisi semacam ini juga bisa muncul sebagai akibat dari rangsangan pada puting.
Perempuan dengan ektasia saluran susu juga mungkin memperhatikan keluarnya cairan puting kuning atau putih.
Pada mereka yang mengalami kondisi ini, saluran susu di dinding payudara melebar dan mengental, sehingga menyebabkan keluarnya cairan dari payudara.
Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang yang mendekati menopause.