Minggu, 3 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Komentator Irene Sukandar vs Dewa Kipas Jadi Trending: TERYATA Chelsie Monica Punya Darah Batak

Kemduia, pada tahun 2019 lalu, Chelsie turut mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Tayang:
instagram Chelsie Monica
Chelsie Monica, Komentator pertandingan catur Dewa Kipas vs Irene Sukandar 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Nama Chelsie Monica menjadi trending.

Chelsie menjadi sorotan netizen usai dipilih menjadi komentator pertandingan catur antara Irene Sukandar vs Dewa Kipas yang ditayangkan langsung melalui akun youtube Deddy Corbuzier.

Bahkan, berdasarkan pantauan tribunpekanbaru.com, jumlah pengikut atau followers akun instagram Chelsie Monica meningkat tajam.

Lantas Siapa Chelsie Monica?

Dilansir dari berbagai sumber, Dia mendapatkan gelar WIM (Woman Internasional Master) atau MIW (Master Internasional Wanita) tanpa harus melalui tiga kali norma MIW pada ASEAN+ Age Group Chess Championship 2011 di Tarakan, Kalimantan Utara, 13-19 Juni 2011.

Kemduia, pada tahun 2019 lalu, Chelsie turut mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Ia berhasil meraih medali silver dalam ajang SEA Games yang digelar di Philipina 2 tahun lalu.

Baca juga: Sosok Cewek Cantik Komentator Tanding Catur Dewa Kipas vs Irene Sukandar, Siapa Chelsie Monica?

Baca juga: Pengakuan Grandmaster Irene: Buat dapat Rp 200 Juta Harus Medali Emas, Hari Ini Cukup 3 Kali Main

Dibalik fakta itu, ternyata Chelsie memiliki darah batak.

Hal ini diketahui dari nama lengkap Chelsie yakni Chelsie Monica Ignesias Sihite.

Dia merupakan kelahiran Balikpapan, Kalimantan Timur, 2 November 1995.

Sebagai informasi, Sihite merupakan salah satu marga dari suku batak.

Marga ini menjadi bagian dari perkumpulan marga yang disebut Si Raja Oloan.

Baca juga: Amarah Memuncak, Mantan Istri Langsung Dibunuh karena Didekati Pria Lain

Baca juga: Ada Diskon Hingga 50 Persen dan Serba Gratis, Cek Promo Alfamart Hari Senin 22 Maret 2021

Sihite merupakan anak kelima dari keturunan Si Raja Oloan.

Soal sejarah Chelsie hingga bermain catur, diketahui berawal dari kegemarannya melihat almarhum ayahnya bermain catur.

Kala itu, ia masih berusia 3 tahun saat sang ayah mulai mengajari olahraga adu strategi tersebut.

Sejarah catur

Dilansir Encyclopaedia Britannica (2015), catur sudah mulai ada pada abad ke-6 masehi. Catur pertama kali muncul di India selama masa pemerintahan raja-raja Gupta.

Pada abad ke-10, catur menyebar dari Asia ke Timur Tengah dan Eropa.

Catur dikenal sebagai permainan perang yang disebut chaturanga. Chaturanga berasal dari Sansekerta untuk formasi pertempuran yang disebut dalam cerita Mahabarata.

Chaturanga berkembang di India pada abad ke-7 dan sebagai pendahulu awal permainan catur modern. Karena memiliki dua fitur utama yang ditemukan dalam semua varian catur.

Baca juga: Siswi SMP Jadi Korban Hipnotis, Ditepuk Orang Hingga Ditemukan dalam Kondisi Kebingungan

Baca juga: KKB Papua Lancarkan Teror Penculikan Gadis Muda, Satgas Nemangkawi TNI-POLRI Bertindak Tegas

Kemudian bagian yang berbeda memiliki kekuatan yang berbeda dan kemenangan didasarkan pada one piece, raja catur modern.

Beberapa sejarawan mengatakan, chaturanga bermain dengan dadu persegi 64 kotak. Secara bertahap berubah menjadi shatranj atau bentuk lama catur.

Permainan chaturanga ini juga merupakan pelopor dari permainan lainnya selain Catur.

Permainan tersebut populer di India utara, Pakistan, Afghanistan, dan negara bagian Asia Tengah pada 600 masehi.

Shatranj menyerupai chaturanga tapi menambahkan karya baru, yakni penasehat.

Permainan shatranj dapat dimenangkan dengan menghilangkan semua bagian lawan atau memastikan penangkapan raja. Posisi awal pion dan ksatria tidak berubah.

Baca juga: Kalender Puasa Sunnah Ayyamul Bidh 2021, Hari Pertama Puasa Sunnah Ayyamul Bidh 27 Maret 2021

Baca juga: Siswi SMA di Padang Dinodai Hingga Depresi, Keluarga Pelaku Cari Celah Hukum dengan Uang Damai

Berkembang

Permainan tersebut kemudian berkembang dan menyebar ke berbagai wilayah di dunia dengan karakteristik berbeda.

Di wilayah timur dibawa oleh peziarah Budha, pedagang jalur sutra hingga sampai ke China. Pada abab ke-11, catur datang ke Jepang dan Korea.

Di Eropa catur datang melalui Persia pada kekaisaran Bizantium dan terus mengalami perkembangan. Di Arab, catur menjadi permainan yang populer, bahkan diyakini sebagai favorit tiga khalifah.

Mulai dari Persia kemudian catur mulai dikenal di seluruh penjuru dunia dan terus mengalami perkembangan dari segi permainan.

Sehingga lebih menarik dan lebih seru hingga menjadikan catur sebagai permainan rekreasi paling favorit di Persia.

Pada abab ke-10, umat Islam membawa catur ke Afrika Utara, Sisilia, Spanyol, dan sejumlah negara-negara eropa lainnya, seperti Belanda, Italia, Irlandia, dan Inggris.

Catur merupakan favorit Raja Henry I, Henry II, John, dan Richard I dari Inggris, Philip II dan Alfonso X dari Spanyol, dan dari Ivan IV dari Rusia.

Pada zaman tersebut sekitar abad ke-15 catur dikenal sebagai permainan kerajaan.

Permainan catur secara berkala sempat dilarang oleh raja dan pemimpin agama. Pada 1252, Raja Louis IX melarang permainan di Perancis.

Dalam sejarah catur di Eropa telah banyak mengembangkan permainan catur. Di mana membuat papan catur berwarna hitam dan putih yang sebelumnya kotak-kotak berwarna sama.

Kemudian dibuat peraturan bahwa pion boleh maju dua kotak pada langkah pertama dan menteri (ratu) boleh bergerak lebih leluasa baik maju ke depan maupun diagonal.

Perlahan catur mengalami perkembangan. Dari nama, bentuk, serta peraturan permainannya. Kesemuanya itu mewakili simbol perubahan peradaban.

Pada abad ke-15 peraturan dan teori catur mulai ditulis dalam sebuah buku yang bernama “Repeticion de amores y Arte de Ajedrez” yang ditulis oleh Luis Ramirez de Lucena.

Orang-orang yang mengembangkan catur didaratan Eropa diantaranya seperti Lucena, Pedro, Gooachinio Greco dan masih banyak lagi.

Catur masuk ke Nusantara atau Indonesia di bawah Kolonial Belanda yang menjajahnya. Pada abad ke-19, perkembangan catur di Indonesia mulai terlihat.

BERITA VIRAL LAINNYA

https://www.kompas.com/skola/read/2020/02/29/170000869/catur-permainan-tertua-di-dunia?page=all

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved