Pengakuan Grandmaster Irene: Buat dapat Rp 200 Juta Harus Medali Emas, Hari Ini Cukup 3 Kali Main
'Ini biasanya saya dapat untuk hadiah segini, mesti main SEA Games dulu mendapatkan medali emas hadiahnya Rp 200 juta," terang Irene kepada Deddy.
Penulis: Firmauli Sihaloho | Editor: Firmauli Sihaloho
TRIBUNPEKANBARU.COM - Pertandingan antara Dadang alias Dewa Kipas dengan Grandmaster Wanita Catur Indonesia, Irene Sukandar menyisakan sejumlah fakta menarik.
Sebagaimana diketahui, hari ini Senin (22/3/2021) pertandingan catur ini difasilitasi oleh Deddy Corbuzier.
Pertandingan ini disiarkan langsung melalui kanal youtube Deddy Corbuzier.
Adapun hasil pertandingan ini dimenangkan oleh Irene dengan skor 3-0.
Pada pertandingan ini, disediakan hadiah berupa uang tunai.
Rp 200 juta untuk pemenang dan Rp 100 juta untuk yang kalah.
Hadiah ini juga diakui oleh Irene sebagai yang tertinggi.
'Ini biasanya saya dapat untuk hadiah segini, mesti main SEA Games dulu mendapatkan medali emas hadiahnya Rp 200 juta," terang Irene kepada Deddy.
Baca juga: SEJARAH Asal Mula Permainan Catur: Berasal dari India & Permainan Tertua di Dunia
Baca juga: Peringatan Hari Air Sedunia, Air di Sungai Kampar di Riau Tercemar? Ini Jelas Bupati Kampar
Baca juga: Korban Tabrak Lari di Malam Hari,Ckairia Terbentur Aspal Tewas di RS,Herlina Kritis,Ini Kronologinya
Baca juga: Apa yang Ditunggu Kejari? Belum Tindak Pihak Lain yang Kuasai Kendaraan Dinas Pemko Pekanbaru
Baca juga: Geger Penemuan Potongan Tubuh Manusia yang Jatuh dari Sebuah Apartemen di Jakarta
PROFIL SOSOK Irene Sukandar
Profil GM Irene Sukandar
Menurut Harian Kompas pada 11 November 2014, Irene Kharisma Sukandar adalah seorang pecatur putri yang lahir di Jakarta, 7 April 1992.
Awal mula Irene dikenalkan dengan papan catur ketika melihat sang ayah mengajari Kaisar Jenius Hakiki, kakak laki-lakinya, bermain catur.
Irene yang masih berusia 8 tahun juga sering mengantar kakaknya ke sekolah catur tanpa tahu bahwa ia punya bakat dalam bermain catur.
Mulai dari situ, dirinya mulai tertarik melihat jalannya bidak catur. Lalu, sang ayah pun memasukkan dia ke sekolah catur.
Wanita penggemar cerita wayang dan pelajaran sejarah ini mulai berlatih di Sekolah Catur Utut Adianto, Bekasi, sejak 1999.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/grandmaster-wanita-catur-indonesia-irene-sukandar.jpg)