Breaking News:

BWI Riau Serahkan Piagam Wakif Kolektif Wakaf Uang Kepada 10 OPD dan Instansi Pemerintah

BWI Riau, Senin serahkan Piagam Wakif Kolektif Wakaf Uang kepada 10 instansi atau badan yang aktif mengumpulkan zakat atau wakaf uang.

BWI Riau
Sebagai bentuk apresiasi kepada para pewakaf khusus kepada instansi atau badan dan juga untuk memotivasi masyarakat agar mau berzakat, Badan Wakaf Indonesia (BWI) Riau, Senin (29/3/2021) serahkan Piagam Wakif Kolektif Wakaf Uang kepada 10 instansi atau badan yang aktif mengumpulkan zakat atau wakaf uang. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sebagai bentuk apresiasi kepada para pewakaf khusus kepada instansi atau badan dan juga untuk memotivasi masyarakat agar mau berzakat, Badan Wakaf Indonesia (BWI) Riau, Senin (29/3/2021) serahkan Piagam Wakif Kolektif Wakaf Uang kepada 10 instansi atau badan yang aktif mengumpulkan zakat atau wakaf uang.

Sebanyak 10 instansi itu adalah Sekretariat DPRD Riau, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Riau, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau, Dinas Kesehatan Riau, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Riau, Dinas Pendidikan Riau, Dinas Kebudayaan Riau, Badan Kepegawaian Daerah Riau, Kanwil Kemenag Riau dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Riau.

Penyerahan Piagam itu langsung dilakukan oleh Wakil Gubernur Riau H Edy Afrizal Natar Nasution di Aula Ballroom Lantai 4 Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri, Pekanbaru.

Wakil Ketua BWI Riau Drs H Irhas mengatakan, pemberian piagam ini sebagai bentuk apresiasi BWI Riau kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau instansi serta badan di Riau yang aktif mengumpulkan Wakaf Rp 1000 per hari.

"Piagam itu kita serahkan kepada 10 besar OPD atau instansi di Riau," ujar Wakil Ketua BWI Riau Drs H Irhas kepada wartawan, Senin (29/3).

Untuk itu jelas Irhas, BWI akan terus menggerakkan umat untuk berwakaf uang.

"Wakaf ini bertujuan untuk beribadah kepada Allah. Tujuan lainnya dari sisi ekonomi, yakni wakaf bisa menggerakkan roda perekonomian umat," ucapnya.

Sekretaris BWI Riau H Qowiyum Awal MA menambahkan, dengan penyerahan piagam ini semoga bisa memacu umat untuk melakukan wakaf uang. "Karena spirit ini bisa menggali potensi wakaf terutama uang," ujarnya.

Wakaf uang kata Qowiyum lebih flexibel, karena pembayarannya selain bisa langsung juga bisa melalui handphone. "Wakaf adalah ibadah sunah yang pahalanya sangat luar biasa. Siapapun bisa memprateknya dan tidak perlu menunggu kaya," ucap Qowiyum.

Hal ini kata Qowiyum lagi, juga sangat diharapkan sebagai magnet agar masyarakat tertarik untuk berwakaf uang yang bisa mengentas kemiskinan, buat pesantren, mesjid dan mini market serta yang lainnya.

Penyerahan Piagam itu selain dihadiri Wagubri juga dihadiri Kepala Kanwil Kemenag Riau H Mahyudin, Direksi Bank Riau Kepri, Kepala OPD dilingkungan Pemprov Riau dan Pengurus Pesantren di Pekanbaru.

Kepala Kanwil Kemenag Riau H Mahyudin mengucapkan terima kasih kepada OPD atau Dinas dilingkungan Pemprov Riau yang telah menyalurkan Wakaf uangnya melalui BWI Riau. "Untuk itu kita juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Riau yang telah mendorong para OPD menyalurkan Wakaf Rp 1000 per hari," ujar Mahyudin.

BWI jelas Mahyudin sudah lama terbentuk, tapi menggeliatnya sejak 2019 dan itu tidak lepas dari campur tangan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau. "Terutama saat melaunching Wakaf Rp 1000 sehari di seluruh OPD lingkungan Pemprov Riau," ucap Mahyudin.

Kemenag bersama BWI Riau tambah Mahyudin, akan terus berupaya mengumpulkan wakaf uang dari umat.

"Kemudian kita akan terus membuat berbagai program untuk mendorong peningkatan perekonomian umat melalui wakaf," ungkapnya.

Kementerian Agama sebagai leading sector dalam hal ini, memberikan regulasi, pembinaan, serta mengajak umat memberdayakan wakaf, baik untuk kepentingan Ibadah, kepentingan umum maupun untuk peningkatan ekonomi umat Islam itu sendiri.

Ini sesuai dengan tujuan utama wakaf dalam UU Wakaf tersebut. "Jadi dana yang terkumpul akan kita bahas bersama Gubernur Riau untuk apa kegunaannya," ujar Mahyudin.

Sampai saat ini kata Mahyudin lagi, di Riau sudah ada 8 BWI Kabupaten/Kota di Riau dan hanya tinggal 4 Kabupaten/Kota saja yang belum yakni Kampar, Indragiri Hilir, Dumai dan Meranti.

"Tapi kita akan terus mendorong agat 4 Kabupaten/Kota itu segera membentuk BWI dan insya Allah dalam waktu dekat sudah terbentuk," ujar Mahyudin.

Semoga Wakaf Uang ini bersama BWI bisa terintegrasi dengan Ponpes yang ada di Riau.

"Kemanafaatan Wakaf ini bisa berkelanjutan (suistaneble) bagi kebutuhan umat. Saya ucapkan selamat kepada Dinas/Badan/Kantor yang telah menunaikan ibadah Sunnah Wakaf Uang ini, secara kolektif (Wakif-Wakif Kolektif terbaik), Piagam ini tiada arti, tanpa kita termotivasi bahwa Wakaf ini adalah ibadah yang tak terhingga nilainya baik disisi manusia, maupun pahala dari Allah SWT. Amin," ucap Mahyudin.

Direktur Kredit dan Syariah Bank Riau Kepri H Tengku Irawan menyampaikan, kerjasama dengan BWI Riau sudah dilakukan sejak 2019 dan juga saat Launching Wakaf Rp 1000 sehari bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Riau.

"Kemudian kita komit melakukan sosialisasi tentang wakaf, bahkan di seluruh ATM kita buat himbauan berwakaf," ujarnya.

Selain itu tambahnya, saat ini Bank Riau Kepri terus gencar melakukan sosialisasi terkait Konversi menuju Bank Umum Syariah.

"Untuk itu kita harapkan doa dari seluruh lapisan masyarakat agar Konversi Syariah ini cepat terealisasi," ucapnya.

Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Afrizal Natar Nasution juga mengucapkan terima kasih kepada OPD dan Instansi yang ada di Riau dengan komit menyalurkan Wakaf Rp 1000 se harinya.

"Semoga apa yang telah diwakafkan ini dijabah dan dibalas oleh Allah SWT," ujar Edy Natar.

Dijelaskan Wagubri bayar Zakat atau Wakaf ini dibutuhkan ajakan yang lebih tegas agar wakaf yang terkumpul lebih besar lagi.

"Umat Islam lebih besar jumlahnya dan tentunya kalau semuanya mau berzakat atau berwakaf tentunya yang terkumpul cukup besar, tapi selama ini tidak bisa optimal. Untuk itulah harus ada pola mengajak masyarakat lebih tegas lagi," ucapnya.

Zakat tambah Wagubri merupakan Rukun Islam, kalau tidak dipenuhi tentunya Islam orang yang tidak mau berzakat itu bisa dipertanyakan seperti meninggalkan rukun salat, rukun nikah dan rukun Iman ada ketegasan jika salah satu ditinggalkan maka tidak sah salat, nikah atau imannya.

"Makanya kalau rukun islam ditinggalkan tentunya bisa kita pertanyakan islam mereka yang tidak mau berzakat," ungkap Edy.

Untuk itulah terhadap wakaf harus dihimbauan dengan tegas dengan inovasi dan kreatifitas - kreatifitas agar bisa merangsang dan menumbuhkan kesadaran umat untuk berwakaf.

"Sebab melalui wakagf kita bisa membantu dengan sesama," ujar Wagubri.

Oleh karena itu Wagubri beharap hendaknya BWI Riau dan Kanwil Kemenag Riau dapat berkolaborasi menumbuhkan umat mau berwakaf.

"Sebab melalui Wakaf ini bisa membangun pesantren, sarana ibadah dan usaha lainnya yang bisa merubah atau meningkatkan ekonomi masyarakat. Jadi saya yakin kalau diawali keinginan yang sama ini bisa terwujud," ucap Wagubri.

Kemenag Riau Akan Perbaharui Data 2000 Lokasi Tanah Wakaf di riau

WAKAF adalah sebuah ibadah dalam syariat Islam. Ibadah wakaf penekanannya adalah harta benda yang bersifat tahan lama, dan mempunyai nilai ekonomis untuk kebutuhan umat.

WAKAF ada sejak lahirnya Islam itu sendiri. Oleh karena itu wakaf tidak asing lagi bagi kita. Acuan dan panduan berwakaf sudah diatur dalam Islam, juga dalam UU No.41/ 2004 tentan

WAKAF juga diatur oleh PP NO. 41 TAHUN 2006 TENTANG WAKAF. Dimana dalam hal ini KEMENTERIAN AGAMA sebagai leading sector dalam hal ini, memberikan regulasi, pembinaan, serta mengajak umat memberdayakan wakaf, baik untuk kepentingan Ibadah, kepentingan umum maupun untuk peningkatanekonomi umat Islam itu sendiri. Ini sesuai dengan tujuan utama wakaf dalam UU Wakaf tersebut.

Kepala Kanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA mengatakan, kemanfaatan Wakaf sudah dirasakan dari sisi dimensi ibadah yaitu; Tanah wakaf, untuk Masjid-masjid, mushllah, surau, Pondok-pondok Pesantren, Madrasah bahkan Kuburan.

"Ini sudah ada sejak lama di Negara kita. Kita melihat 5 tahun terakhir ini," ujar Kepala Kanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA kepada Tribun, Senin (29/3).

Oleh karena itu tambah Mahyudin, Kanwil Kemenag Riau sudah berikhtiar secara sadar dan sungguh-sungguh.

"Kami terus berupaya dan kita membuat berbagai program untuk mendorong umat berwakaf dan telah banyak yang kami lakukan," ucap Mahyudin.

Diantaranya, tahun 2018 ada sekitar 75 sertifikat tanah wakaf di Kabupaten/Kota di Riau, kemudian 2019 Tanah Wakaf diamankan asetnya, agar tidak dicuri orang dan 250 lokasi Plang Tanah Wakaf yang ada di tanah Wakaf Masjid, Mushalla dan Kuburan sudah dipasang.

Selanjutnya tahun 2020 sekitar 30 lokasi tanah wakaf sudah disertifikasi dan tahun 2021 ini, ada Sensus tanah Wakaf di Kab/Kota sebanyak 2.000 Lokasi yang akan diperbaharui datanya.

"Untuk itu kami berharap agar umat mau menyalurkan wakafnya baik itu berbentuk uang maupun benda. Sebab dengan wakaf bisa meningkat perekonomian umat," ungkap Mahyudin. (Tribunpekanbaru.com/Rino Syahril).

Penulis: Rino Syahril
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved