Waduh, Prabowo Borong 25 Ribu Senjata, Plus Vertical Grip & Popor Lipat: Buat Apa Ya?
Abraham Mose memastikan bahwa pesanan senjata jenis SS2-V5 AI itu sudah selesai dikerjakan oleh perusahaan yang dia pimpin.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto kabarnya memborong puluhan ribu senjata api.
Banyak yang bertanya-tanya tentang aksi pembelian senjata itu.
Dari informasi yang diperoleh, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memborong senjata dari PT Pindad (Persero).
Ada 25 ribu senapan api (senpi) jenis SS2-V5 A1 yang dibeli.
Menurut laporan, senapan itu rencananya diperuntukkan bagi pelatihan Komponen Cadangan (Komcad).
Direktur Utama Pindad, Abraham Mose, menyebut pihaknya telah memproduksi 25 ribu pucuk senjata yang diperuntukkan untuk Komcad.
Abraham Mose memastikan bahwa pesanan senjata jenis SS2-V5 AI itu sudah selesai dikerjakan oleh perusahaan yang dia pimpin.
Produksi senapan serbu itu termasuk dalam prioritas produksi alat utama sistem persenjataan (alutsista) di PT Pindad.
Baca juga: VIDEO: Angin Kencang Melanda Kota Padang, 5 Pohon Tumbang dan Payung Tenda di Pasar Raya Rusak Berat
Baca juga: Gara-gara Pemain Ini, Erling Haaland bisa Pilih Real Madrid untuk Melanjutkan Karir Sepakbola
Baca juga: Drama Korea Penthouse Season 2 Episode 13 Raih Rating Tinggi, Nonton The Penthouse Full Episode
”Untuk mendukung Komcad, sebanyak 25 ribu pucuk (senjata) sekarang sudah selesai,” kata Abraham.
Direktur Bisnis Produk Hankam PT Pindad, Wijil Jadmiko Budi mengatakan, senjata untuk Komcad itu berbeda dengan senjata yang digunakan para tentara aktif. Senjata untuk para Komcad ini lebih pendek dan diperuntukan untuk mobilisasi ringan.
"Lalu dilengkapi vertical grip, jadi pegangan tangan tidak langsung hand grip. Ini lebih ringan karena sipil yang akan menggunakannya," kata Wijil.
Kemenhan sendiri memastikan senpi itu hanya akan digunakan dan dipegang para rekrutmen Komcad ketika menjalani masa latihan saja.
"Penting untuk dicatat, bahwa penggunaan senjata untuk Komcad digunakan pada saat latihan. Jadi bukan nanti Komcad (senjatanya) dibawa-bawa pulang, tidak seperti itu," kata Kepala Biro (Karo) Humas Setjen Kemenhan Marsma TNI Penny Radjendra, Jumat (2/4).
Baca juga: JELANG Bologna vs Inter Milan: Kesempatan Lukaku Salip Ronaldo demi Sepatu Emas Liga Italia
Baca juga: Saksikan Live Streaming Liga Inggris, Chelsea vs West Brom Mulai Pukul 18.30 WIB, Target Tuchel
Baca juga: Ingin Pulang ke Rantauprapat, Mahasiswi Pekanbaru Dicabuli Sopir Travel: Awalnya Dipaksa BJ
Berdasarkan PP3/2021, setiap warga negara Indonesia berhak ikut mendaftar untuk mengikuti pelatihan Komcad dengan syarat turunan lainnya. Meski begitu, tak ada unsur paksaan bagi warga mendaftar Komcad. Semua dilakukan atas kesadaran sendiri, dan dipastikan berbeda dengan Wajib Militer yang menekankan unsur wajib bagi warganya.
Penny mengonfirmasikan memang akan ada pelatihan-pelatihan militer sehingga senjata memang diperlukan untuk menunjang pelatihan tersebut. "Dan ini penting untuk dicatat, ini tidak akan dibawa Komcad di luar latihan ini untuk latihan," jelas Penny.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/prabowo-subianto-mencoba-senjata-buatan-pindad.jpg)