Breaking News:

Kanwil BPN Riau Gelar Bimtek, Samakan Persepsi Akses Reforma Agraria

Kementerian Agraria dan Tata Ruang Kanwil BPN Provinsi Riau Bidang Penataan dan Pemberdayaan menggelar Bimtek Penanganan Akses Reformasi Agraria

TribunPekanbaru/Alex
Foto bersama peserta Bimbingan Teknis Penanganan Akses Reforma Agraria, di Hotel Prime Park Hotel Pekanbaru, Jumat (9/4/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -- Untuk memastikan pemberdayaan tanah masyarakat dapat terlaksana secara terstruktur, komprehensif, dan terintegrasi, Kementerian Agraria dan Tata Ruang Kantor Wilayah BPN Provinsi Riau Bidang Penataan dan Pemberdayaan menggelar Bimbingan Teknis Penanganan Akses Reforma Agraria, di Hotel Prime Park Hotel Pekanbaru, Jumat (9/4/2021).

Kepala Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Riau, M Syahrir, yang diwakilkan oleh Kabid Kabid Pemberian Hak dan Pendaftaran Tanah BPN Provinsi Riau, Syafri SH mengatakan, kegiatan ini diharapkan bisa menjadikan bidang tanah hasil kegiatan legalisasi aset, dan dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.

"Kegiatan hari ini juga merupakan bagian dari rangkaian kegiatan besar bertajuk Penataan Akses Reforma Agraria, yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang BPN," kata M Syafri dalam sambutannya.

Ia juga menyampaikan, kegiatan itu juga sebagai salah satu usaha pemerintah dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya yang masih berada di bawah garis kesejahteraan ekonomi, sebagaimana tertuang dalam visi pembangunan ekonomi nasional dalam RPJP 2005-2025.

Baca juga: Kanwil BPN Riau Gelar Rapat Koordinasi Neraca Penatagunaan Tanah Sektor Perkebunan di Riau

Baca juga: WASPADA Dengan Orang yang Ngaku Petugas BPN, Begini Cara Daftar Sertifikat Elektronik

"Untuk terwujudnya perekonomian yang maju, mandiri, dan mampu secara nyata memperluas peningkatan kesejahteraan masyarakat, berlandaskan pada prinsip-prinsip ekonomi yang menjunjung persaingan sehat dan keadilan, serta berperan aktif dalam perekonomian global dan regional dengan bertumpu pada kemampuan serta potensi bangsa," imbuhnya.

Syafri juga menjelaskan, program tersebut juga bertujuan untuk mengetahui dan menyamakan persepsi, seperti apa kegiatan penataan akses yang seharusnya dilaksanakan, di lingkup Kementerian ATR BPN.

"Karena sedikit banyaknya kegiatan penataan akses di lingkungan Kementerian ATR BPN pada dasarnya haruslah berhubungan dengan pertanahan, sebagai dasar untuk pelaksanaan kegiatannya," ujarnya.

Dia menambahkan, kegiatan pemberdayaan tanah masyarakat sebenarnya bukan hal baru di lingkungan Kementerian ATR BPN, hanya saja yang membedakannya adalah pelaksana kegiatannya.

"Jika tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan oleh Bidang Penetapan Hak Dan Pendaftaran Tanah dibawah Dirjen Penetapan Hak Dan Pendaftaran Tanah, maka tahun ini dilaksanakan oleh Bidang Penataan Dan Pemberdayaan dibawah Dirjen Penataan Agraria," tuturnya.

Selain itu yang membedakan tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya dikatakannya adalah, jika tahun-tahun sebelumnya sasaran kegiatan pemberdayaan tanah adalah kelompok, sedangkan tahun ini sasaran kegiatannya lebih spesifik yang menyasar langsung kepada kepala keluarga.

"Kegiatan penataan akses tahun ini juga diharapkan dapat mencapai sasaran yang optimal dengan adanya fieldstaff yang membantu kantor-kantor pertanahan dalam melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat," tuturnya.

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, mulai Jumat hingga Sabtu (10/4/2021), yang diikuti oleh 87 orang peserta dari Kepala Kantor Pertanahan se-Provinsi Riau, Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan Kantor Pertanahan se-Provinsi Riau, juga Penata Pertanahan Pertama pada Seksi Penataan dan Pemberdayaan Kantor Pertanahan se-Provinsi Riau, serta peserta dari instansi terkait di 10 kabupaten/kota.

(Tribunpekanbaru.com/Alexander)

Penulis: Alex
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved