Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Hasil Sidak DPRD Pekanbaru, Pokemon dan Super Star Sarang Judi Gelper Pekanbaru Diminta Ditutup

Hasil Sidak Komisi II DPRD Pekanbaru, di beberapa tempat gelanggang permainan di Kota Pekanbaru, menemukan adanya indikasi permainan judi.

TribunPekanbaru/Doddy Vladimir
FOTO ILUSTRASI - Judi gelper. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Hasil Sidak Komisi II DPRD Pekanbaru, di beberapa tempat gelanggang permainan di Kota Pekanbaru, menemukan adanya indikasi permainan judi.

Terutama di tempat permainan Pokemon dan Super Star di Jalan Riau, Pekanbaru.

Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru H Fathullah SH MH menegaskan, dugaan tempat tersebut sebagai gelanggang permainan (Gelper), sangat kentara. Sebab, selain ramai dikunjungi orang dewasa, juga ada transaksi uang tunai, namun transaksinya tidak di tempat Gelper tersebut.

"Izinnya kan permainan anak-anak, tapi tidak ada satu pun anak-anak yang main kita temukan. Semuanya orang dewasa, sangat kental judinya," tegas Fatullah saat berbincang dengan Tribunpekanbaru.com, Senin (12/4/2021).

Selain itu juga, dalam Sidak tersebut, anggota dewan melihat pemiliknya tidak membayar retribusi usahanya, untuk PAD Pekanbaru.

Kondisi ini tentunya sangat disayangkan, betapa bebasnya aktivitas judi jenis gelper, tumbuh subur di Kota Bertuah Madani ini.

Karenanya, Komisi II meminta Kapolresta Pekanbaru dan Kapolda Riau, untuk memberantas judi jenis Gelper ini.

"Kita tidak mau Kota Pekanbaru dikotori judi Gelper. Pihak kepolisian kita minta tindak tegas, terutama Gelper Pokemon dan Super Star ini. Karena di tempat ini sangat bebas dan terkesan tidak ada takutnya. Jadi, harus ditutup segera," pinta Politisi Partai Gerindra ini.

Selain Kapolresta dan Kapolda Riau, Komisi II meminta kepada Satpol PP sebagai penegak Perda juga action di lapangan.

Jangan biarkan judi Gelper menjamur lagi. Begitu halnya OPD terkait, diharapkan mengecek perizinannya kembali.

"Kita yakin, masih ada di tempat lain judi Gelper ini. Pihak terkait jangan tutup mata, mari kita bersihkan judi Gelper ini dari Kota Pekanbaru. Karena tidak sesuai dengan marwah dan etika Budaya Melayu, Riau," tegasnya lagi. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).  

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved