Jika Nekat Mudik, Legislator PDIP Ini Prediksi Indonesia Bakal Seperti India
Sebab berkaca dari pengalaman sebelumnya, meski ada larangan tetap saja ada upaya masyarakat untuk mudik bersama.
Penulis: | Editor: Firmauli Sihaloho
TRIBUNPEKANBARU.COM - Persolan pelarang mudik masih menjadi informasi dicari masyarakat.
Pemerintah telah secara tegas melarang aktivitas mudik tahun ini.
Hal ini untuk mengurangi rantai penyebaran Covid-19.
Meski begitu, diprediksi mudik masih tetap dilaksanakan sebagian masyarakat.
Terkait hal ini, Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Rahmad Handoyo mengingatkan Indonesia bisa seperti India jika masyarakatnya tetap nekat mudik.
Rahmad merujuk pada situasi di India yang tengah mendapat serangan gelombang kedua Covid-19.
Ada lonjakan kasus 100 ribu per hari dan korban meninggal mencapai 1.000 per hari. Dikabarkan juga, rumah sakit sudah tidak mampu lagi menampung pasien.
"Untuk mencegah meledaknya kasus Covid-19 di Tanah Air, khususnya mendekati hari Idul Fitri yang tinggal menghitung hari, bangsa Indonesia harus menjadikan kasus Covid-19 di India sebagai pelajaran. Sebab, jika masyarakat abai dan tak peduli terhadap protokol kesehatan, kasus di India bisa juga terjadi di Indonesia," ujar Rahmad, kepada wartawan, Selasa (20/4/2021).
Meski pemerintah sudah memberikan larangan mudik bagi masyarakatnya, dia menilai tetap harus mewaspadai potensi mudik di luar ketentuan yang resmi.
Sebab berkaca dari pengalaman sebelumnya, meski ada larangan tetap saja ada upaya masyarakat untuk mudik bersama.
Baca juga: NASA Makin Gila, Usai Berhasil Terbangkan Drone ke Planet Mars, Mereka Akan Lakukan Ini, Benarkah?
Baca juga: KRONOLOGI Suami Tusuk Istri di Depan Polisi: Bawa Tubuh Halimatulsadiah Keliling
Rahmad menegaskan perlu adanya langkah dan antisipasi nyata dari pemerintah pusat dan daerah, juga seluruh elemen masyarakat untuk mengindarkan ledakan Covid-19.
"Caranya, ya dengan gotong royong. Masyarakat diharapkan sadar dan mau mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak mudik ditahun ini. Karena sesungguhnya, kalau masyarakat abai terhadap ketentuan pemerintah, pandemi bisa meledak setiap saat," kata dia.
"Selanjutnya kepada masyarakat dan pemerintahan desa maupun daerah tujuan mudik, perlu melakukan langkah-langkah tegas, menghalau warga yang tetap nekat mudik bersama.
Aparat desa bekerja sama dengan aparat keamanan negara harus berani melarang pemudik memasuki wilayah tujuan mudik.
Bila tetap nekad, ya disuruh pulang kembali," imbuhnya.
Baca juga: Inter Milan Makin Serius Ikuti European Super League, Sang Presiden Mundur dari Jabatan Ini
Baca juga: Ada 12 Tusukan di Tubuh Aliyani Bu Kadus yang Baru 1 Bulan Menjabat, Ada Teror Sebelum Kejadian
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/foto_mudik_lebih_awal_guna_menghindari_larangan_mudik_di_pekanbaru_1jpg.jpg)