Jika Nekat Mudik, Legislator PDIP Ini Prediksi Indonesia Bakal Seperti India
Sebab berkaca dari pengalaman sebelumnya, meski ada larangan tetap saja ada upaya masyarakat untuk mudik bersama.
Penulis: | Editor: Firmauli Sihaloho
Lebih lanjut, demi mengantisipasi pemudik yang nekad, Rahmad menuturkan pemerintah pusat dan daerah harus secara terus menerus mensosialisasikan apa resiko jika tetap memaksakan diri untuk mudik.
Bila sosialisasi ini dilakukan secara masif kepada masyarakat serta ditambah adanya ancaman bahwa warga yang mudik ditolak, bisa jadi calon-calon pemudik akan berpikir dua kali untuk mudik lebaran tahun ini.
"Harus digarisbawahi, janganlah merasa pandemi sudah aman saat ini. Meski vaksinasi sudah dilakukan, tapi pandemi belum bisa dikendalikan.
Sekali lagi, belajar dari kasus di India, ya pemerintah pusat dan daerah dan semua masyarakat jangan lengah, jangan abaikan protokol kesehatan. Pemerintah dan masyarakat tetap wajib melakukan 5 M. Lalu, bersama-sama menjaga kampung masing masing.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dengan cara bergotong royong, saya kira kita bisa melalui pandemi. Indonesia tidak boleh seperti India," ungkap Rahmad.
"Dengan kesabaran dan kesadaran serta gotong ronyong yang kuat dari masyarakat melalui merayakan Idul Fitri di kotanya masing-masing, tidak melakukan mudik serta beribadah merayakan di rumah bersama keluarga adalah modal dasar kita untuk bahu membahu membebaskan dari Covid-19 serta menjadi pertahaman kesehatan kita bersama," tandasnya.
Diketahui, merujuk data Worldometer, Senin (19/4) jumlah kasus positif Covid di India sudah menembus 15,06 juta kasus.
India kini menjadi negara dengan kasus Covid terbesar kedua didunia. Peringkat pertama masih Amerika Serikat (AS) dengan 32,4 juta kasus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/foto_mudik_lebih_awal_guna_menghindari_larangan_mudik_di_pekanbaru_1jpg.jpg)