Video Berita
VIDEO - Menelusuri Jejak Kiai Sholeh Darat, Guru Bagi Pendiri NU dan Muhammadiyah
Museum Perkembangan Islam Jawa Tengah menyimpan beragam karya ulama besar khususnya di Jateng.
TRIBUNPEKANBARU.COM- Jejak ulama penting dalam penyiaran islam Nusantara asal Semarang yakni Kiai Sholeh Darat dengan nama asli KH Muhammad Sholeh Darat bin Umar As-Samarani dapat diikuti jejaknya di Museum Perkembangan Islam Jawa Tengah di kompleks Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kota Semarang.
Di tempat tersebut masih menyimpan karya tersohor Kiai Sholeh Darat
tepatnya dua manuskrip kitab.
Kedua kitab tersebut meliputi Kitab Jauharotut Tauhid yang selesai tulis sang kiai pada 1315 H. Kitab itu diperoleh pihak museum dari Kiai Nurudin Fauzan asal Tersono Batang.
Kemudian Kitab Sabilul Abid yang dipajang dengan minim referensi.
Humas MAJT Benny Arief Hidayat mengatakan, Museum Perkembangan Islam Jawa Tengah menyimpan beragam karya ulama besar khususnya di Jateng.
Karya Kiai Sholeh darat di antaranya yang menjadi unsur penting dalam perkembangan Islam di Jawa bahkan nusantara.
"Ada dua karya Kiai Sholeh Darat yang kami simpan dengan usia memang ratusan tahun," terangnya kepada Tribunjateng.com, Senin (19/4/2021).
Dia menjelaskan, kedua kitab Kiai Sholeh Darat yang ada di MAJT berfokus mengajar kepada ketauhidan.
"Setahu saya hanya itu namun terkait sejarah Kiai Sholeh darat tak berani menjelaskan lebih detail lantaran ada pihak yang lebih tahu," terangnya.
Menurutnya, tak hanya Kiai Sholeh Darat melainkan ada peninggalan beberapa kitab karangan ulama tersohor di Jateng.
Baca juga: Istri Bupati Siak Berlinang Air Mata Melihat Rumah Jamal, Ini Sebabnya
Baca juga: Heboh KH Hasyim Asyari Tidak Masuk dalam Kamus Sejarah Jilid I, Nadiem Makarim Angkat Bicara
Baca juga: Waktu Membayarkan Zakat Fitrah, Lengkap dengan 8 Golongan yang Berhak Menerima Zakat
Seperti kitab karangan Kiai Ahmad Rifai asal Batang, dan ulama lainnya.
Terdapat juga cerita babat jawa dan layang Jati Kusumo.
Total ada lebih 20an kitab namun hanya beberapa saja yang ditampilkan di museum tersebut.
"Kitab itu diperoleh berkat kerja keras tim tujuh terdiri dari para ahli yang bertugas mencari, menemukan,mengumpulkan karya para Kiai," paparnya.