Rusia Tarik Pasukannya Di Perbatasan Usai Putin Diajak Ketemuan Presiden Ukraina
Mulai Maret hingga Juni nanti, lebih dari 28.000 pasukan dari 26 negara akan melakukan latihan di lebih dari 30 area pelatihan di selusin negara di Er
TRIBUNPEKANBARU.COM - Rusia tiba-tiba menarik pasukannya dari wilayah perbatasan dengan Ukraina.
Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menantang Putin untuk bertamu muka di wilayah perbatasan.
Belum sempat pertemuan itu terjadi, Putin telah memerintahkan untuk menarik pasukannya.
Presiden Rusia, Putin memerintahkan komando tertinggi militernya untuk mulai mengembalikan pasukan yang ada di dekat perbatasan Ukraina ke pangkalan mereka mulai Jumat (23/4/2021).
"Saya yakin tujuan dari inspeksi mendadak telah tercapai sepenuhnya. Pasukan telah menunjukkan kemampuan mereka untuk memberikan pertahanan yang kredibel bagi negara," kata Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu seperti dikutip kantor berita RIA dan dilansir Reuters.
Hanya tidak jelas, apakah perintah kembali ke pangkalan mencakup semua kekuatan yang terlibat dalam penumpukan pasukan Rusia di perbatasan Ukraina.
Shoigu, setelah mengawasi latihan di Krimea dekat perbatasan Selatan Ukraina pada Kamis (22/4/2021), mengatakan, militer Rusia harus siap untuk menanggapi dengan cepat.
Itu, menurut Shoigu, jika terjadi perkembangan yang "tidak menguntungkan" dalam situasi di dekat latihan NATO bertajuk Defender-Europe, kantor berita Interfax melaporkan, seperti dikutip Reuters.
Defender-Europe adalah latihan gabungan multinasional tahunan yang dipimpin oleh Angkatan Darat Amerika Serikat, yang dirancang untuk membangun kesiapan dan interoperabilitas antara militer AS dan NATO serta mitra lainnya.
Mulai Maret hingga Juni nanti, lebih dari 28.000 pasukan dari 26 negara akan melakukan latihan di lebih dari 30 area pelatihan di selusin negara di Eropa.
Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mulai gerah dengan ulah Rusia yang mengumpulkan pasukannya di perbatasan.
Diduga kuat, Rusia akan menginvansi Ukraina dalam waktu dekat.
Menanggapi reaksi Rusia, Zelenskyy pun menandatangani undang-undang pada Rabu (21/4) yang memungkinkan pemanggilan pasukan cadangan untuk dinas militer tanpa mengumumkan mobilisasi.
Mendapat persetujuan dari parlemen pada akhir Maret lalu, tindakan tersebut memungkinkan untuk secara signifikan meningkatkan kekuaran personel Angkatan Bersenjata Ukraina.
Hanya, Kyiv juga telah menyerukan pembicaraan dengan Moskow, dalam upaya nyata untuk meredakan ketegangan yang terus berlanjut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/presiden-russia-vladimir-putin.jpg)