Breaking News:

KKB Papua Teroris, Centra Initiative Nilai Gerus Rasa Percaya Warga Papua, Sebut Pemerintah Bingung

Ketua Badan Pengurus Centra Initiative Al Araf menilai labelisasi Teroris terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua

Kolase
KKB Papua Teroris, Centra Initiative Nilai Gerus Rasa Percaya Warga Papua, Sebut Pemerintah Bingung. Foto: Pasukan khusus TNI AU Paskhas AU menghadapi kebrutalan KKB Papua 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Ketua Badan Pengurus Centra Initiative Al Araf menilai labelisasi Teroris terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua sebagai cerminan pendekatan keamanan di Papua.

Labelisasi Teroris kepada KKB Papua itu, kata Al Araf, justru semakin membuat rasa tidak percaya masyarakat Papua terhadap pemerintah.

Masalah di Papua menurut Al Araf bukan KKB Papua, masalah utama konflik Papua adalah rendahnya rasa saling percaya antara pemerintah terhadap orang Papua dan orang Papua terhadap pemerintah Indonesia.

Hal yang penting untuk dilakukan, kata dia, seharusnya adalah mendorong rasa saling percaya di antara keduanya untuk menyelesaikan konflik Papua .

Sayangnya, kata Al Araf, rasa tidak percaya itu makin kuat akibat labelilasi Teroris terhadap KKB Papua tersebut.

"Labelisasi dan stigmatisasi kelompok di Papua cermin dari perspektif pendekatan keamanan di Papua," kata Al Araf ketika dihubungi Tribunnews.com, Jumat (30/4/2021).

Lebih jauh, kata dia, pelabelan Teroris tidak menyelesaikan masalah dan bukan solusi dalam menyelesaikan konflik Papua .

Hal itu, kata dia, justru akan memperkeruh dan menambah masalah baru dalam menyelesaikan konflik Papua secara damai.

Dengan stigma dan label Teroris tersebut, kata dia, justru akan menyakitkan bagi masyarakat Papua karena stigma tersebut sesungguhnya kurang pas dilakukan oleh pemerintah.

"Pemerintah terlihat bingung dan mencari jalan pintas untuk menyelesaikan Papua akhirnya keliru mencari jalan penyelesaiannya dengan memberi label mereka Teroris.

Halaman
1234
Penulis: pitos punjadi
Editor: Nolpitos Hendri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved