Breaking News:

Balita 2 Tahun Tewas Disiksa Ibu dan Selingkuhan di Bengkalis, Ngaku Ada Roh Jahat Ditubuh Korban

YN dan RH telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penganiayaan anak di bawah umur hingga meninggal dunia.

Editor: Sesri
Tribun Pekanbaru/Muhammad Natsir
Satreskrim Polres Bengkalis saat ekpos pelaku penganiayaan di Bengkalis 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Bocah berusia dua tahun tewas dianiaya ibu kandungnya, YN (34) dan pria selingkuhannya, RH (32), di Kelurahan Bengkalis Kota, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Kasus tewasnya bocah 2 tahun ini sempat heboh di media sosial khususnya Facebook.

Kedua pelaku kini telah mendekam di penjara setelah dibekuk Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bengkalis.

Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan mengungkapkan, YN dan RH telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penganiayaan anak di bawah umur hingga meninggal dunia.

Kasatreskrim Polres Bengkalis AKP Meki Wahyudi menjelaskan Kasus penganiayaan terhadap anak dibawah umur ini terungkap setelah pelaku dan ibu kandung korban merujuk korban ke RSUD Bengkalis, Minggu (25/4/2021) pukul 03.45 WIB dinihari.

Baca juga: Kronologi Penganiayaan Anak Usia 2 Tahun di Bengkalis oleh Ibu Kandungnya versi Bibi Korban

Baca juga: Heboh Kabar Ibu dan Selingkuhan Aniaya Anak Umur 2 Tahun hingga Tewas di Bengkalis, Ini Kata Polisi

Satreskrim Polres Bengkalis saat ekpos pelaku penganiayaan di Bengkalis
Satreskrim Polres Bengkalis saat ekpos pelaku penganiayaan di Bengkalis (Tribun Pekanbaru/Muhammad Natsir)

"Keduanya mengantarkan korban ke IGD RSUD Bengkalis, karena keluhan sesak nafas. Setelah dilakukan pengecekan fisik oleh dokter piket IGD RSUD yang menangani korban menemukan beberapa kejanggalan pada tubuh pasien," terang Kastareskrim.

Dari kejanggalan kondisi korban ini, dokter menanyakan apa yang terjadi pada tubuh pasien yang banyak luka lebam di sekujur tubuhnya.

Rudi menjawab bahwasanya korban terjatuh didalam rumah.

Namun saat itu dokter RSUD menangani korban tampak tidak puas dengan alasan diberikan Rudi kembali melontarkan pertanyaan Rudi yang merasa dicurigai saat dicecar pertanyaan dokter ini menjawab dengan emosi.

"Dokter spesialis anak menanyakan kepada orangtua korban tersebut kenapa di kedua sisi leher korban juga memar. Saat itu Rudi mengatakan agar dokter tidak menuduhnya menganiaya korban," terang Meki.

Sempat ditangani RSUD Bengkalis, Minggu siang sekitar pukul 12.20 WIB korban menghembuskan nafas terakhir.

Karena melihat kejanggalan pada korban akhirnya pihak RSUD Bengkalis berkoordinasi dengan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak.

"Selanjutnya Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak melihat korban di RSUD Bengkalis dan membuat Laporan Polisi ke Polres Bengkalis guna diusut lebih lanjut. Jadi yang melaporkan ini pihak RSUD bukan ayah korban, ayah korban memang membuat laporan di Tebing Tinggi namun laporan kehilangan Yeni dan anaknya," tambahnya.

Mengaku Ada Roh Jahat di Tubuh Korban

Penganiayaan terhadap anak kandung Yeni sudah berlangsung lama, sejak Yeni dan korban tinggal satu atap dengan pelaku Rudi Hartono sudah hampir dua bulan.

Yeni dan Rudi bukanlah pasangan yang sah menikah.

Viral unggahan yang menyebutkan seorang ibu dan pria selingkuhannya menganiaya balita 2 tahun hingga tewas di Bengkalis
Viral unggahan yang menyebutkan seorang ibu dan pria selingkuhannya menganiaya balita 2 tahun hingga tewas di Bengkalis (Facebook)

Keduanya berkenalan lewat media sosial yang akhirnya membawa Yeni kabur dari Tebing Tinggi, Sumut ke Bengkalis menemui Rudi Hartono.

Kanit PPA Bripka Mawanto mengatakan, pelaku Rudi melakukan kekerasan terhadap korban dengan menjambak dan mengangkat tubuh korban setinggi lehernya dan kemudian dilepas.

Hal itu dilakukan sebanyak dua kali.

"Kemungkinan dengan jambak ini membuat ada lebam di sekitar wajah korban. Pelaku ini setiap mengkonsumsi miras samsu melihat seperti ada roh jahat di korban, dan perbuatan itu dilakukan untuk mengusir roh jahat. Ibu kandungnya membiar," sebut Mawanto.

Selama konferensi pers berlangsung, kedua tersangka yang dihadirkan oleh Satreskrim Polres Bengkalis.

Tampak seolah tidak ada penyesalan dari pelaku dan ibu kandung korban. Keduanya hanya tertunduk lesu.

Kepada wartawan, ibu kandung korban mengaku sudah berusaha melarang Rudi melakukan kekerasan terhadap anaknya.

Namun, Rudi berkeras ada roh jahat di tubuh korban dan Yeni membiarkannya saja.

Kedua pelaku terancam hukuman berat karena melakukan kekerasan terhadap anak hingga meninggal dunia. Penyidik Satreskrim menerapkan Pasal 80 Ayat (3) dan (4), Jo Pasal 76C Undang - Undang RI Nomor 17 tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang - Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang - Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menjadi Undang - Undang. Ancaman pidana 20 Tahun kurungan penjara.

( tribunpekanbaru.com/ Muhammad Natsir)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved