Kamis, 30 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

MENGUAK Senjata Biologis Mengerikan Milik Israel: Weapon Mass Destruction

Di Irak, katanya, butuh enam tahun bagi inspektur UNSCOM untuk menyelesaikan pekerjaan mereka, dari 1991 hingga 1997.

Tayang:
IST via manado.tribunnews.com
Iron Dome Israel 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sebagai sebuah negara yang terus berkonflik dengan negara-negara tetangganya, Israel dikenal memiliki senjata mematikan.

Keberadaan senjata yang di antaranya dirahasiakan tersebut konon hanya dimiliki negara Yahudi tersebut..

Menurut Times of Israel, keberadaan senjata semacam itu telah disiapkan sejak April 1948, sebelum negara itu memproklamirkan kemerdekaannya.

Calon Perdana Menteri pertama Israel David Ben-Gurion, menurut buku "Ben-Gurion and The Intellectuals," karya Michael Keren, menginstruksikan seorang pejabat Badan Yahudi di Eropa.

Untuk mencari seorang ilmuwan Yahudi yang bisa meningkatkan kapasitas untuk membunuh massa atau menyembuhkan massa karena keduanya penting.

Pencarian dimulai dengan senjata Non-Biologis Avner Cohen, professor Kajian Nonproliferasi di Institut Kajian Internasional Monetary dan kritikus.

Baca juga: Millen Cyrus Unggah Foto Pakai Peci dan Sarung, Sebut Tak Malu Menunjukkan Dirinya

Baca juga: UPDATE Liga Italia: Pertemuan Presiden Inter Milan dengan Pemain Soal Pemotongan Gaji

Dia blak-blakan terhadap kebijakan ambiguitas Israel terkait Weapon Mass Destruction (WMD).

Ia menyebutkan, tanggal 18 Februari 1948, kepala Operasional Haganah, Yigal Yadin, mengirim mikrobiologi Mahasiswa bernama Alexander Keynan, untuk mendirikan unit bernama HEMED BEIT.

Potensi ini setidaknya telah tampak bahkan sebelum berdirinya Israel, menurut buku "The Fall of Sparrow: The Life and Times of Abba Kovner," karya Dina Porat saat melakukan perjalanan ke Palestina setelah perang.

Abba Kovner penyair terkenal, menerima racun dari Katzir untuk membunuh perwira Nazi yang dipenjara di Eropa.

Remaja Palestina 16 tahun (kanan) melawan tentara Israel
Remaja Palestina 16 tahun (kanan) melawan tentara Israel (facebook)

Dia ditangkap di atas kapal Inggris lalu membuang racunnya ke laut sebelum penangkapannya.

Beberapa tahun kemudian, Mei 1948, pasukan dari Brigade Karmel Haganah diduga menggunakan senjata biologis dalam pertempuran Acre.

Semua dalangnya tersebut diyakini terkait dengan HEMED BEIT, yang kini lembaga itu bernama Institute Penelitian Biologi Israel.

Baca juga: Gubernur Riau Syamsuar Sidak ke Pusat Keramaian, Masih Ada Warga Tak Pakai Masker

Baca juga: Dengar Pasukan Setan, KKB Tak Mau Kalah: Bentuk Pasukan Surgawi sebagai Benteng Pertahanan

Lembaga ini mengkhususkan diri dalam penelitian yang berhubungan dengan pertahanan dan banyak dikutip oleh akademisi, karena sangat dihormati.

Tetapi, Israel belum menandatangani Konvensi Senjata Biologis dan Racun tahun 1972.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved