Minggu, 12 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Sah Israel Menyerah: Sepakati Gencatan Senjata dengan Hamas

Gencatan senjata tersebut disepakati dengan suara bulat tanpa syarat yang diusulkan oleh Mesir.

MAJDI FATHI / NurPhoto / NurPhoto via AFP
Asap tebal membubung dari Menara Jala saat dihancurkan dalam serangan udara Israel di kota Gaza yang dikendalikan oleh gerakan Hamas Palestina, pada 15 Mei 2021. Angkatan udara Israel menargetkan Menara Jala 13 lantai yang menampung media Al-Jazeera yang berbasis di Qatar dan kantor berita Associated Press 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Israel akhirnya menyerah dan mengumumkan gencatan senjata dengan Hamas di Jalur Gaza Palestina.

Israel dan Hamas sepakat untuk melakukan gencata, mengakhiri kekerasan terbaru di kawasan tersebut.

Pengumuman tersebut disampaikan Hamas dan televisi pemerintah Mesir pada Kamis (20/5/2021) sebagaimana dilansir Reuters.

Sementara itu, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan kabinet keamanannya dengan suara bulat mendukung gencatan senjata dengan kelompok milisi di Gaza.

Gencatan senjata tersebut disepakati dengan suara bulat tanpa syarat yang diusulkan oleh Mesir.

Kendati demikian, Israel tidak merinci kapan gencatan senjata mulai berlaku.

Baca juga: Ustaz Abdul Somad Gelar Resepsi di Gontor, Arie Untung & Dimas Seto Hadir: Bahagia Lihat Bandara

Baca juga: KRONOLOGI & Fakta Tabungan Rp 30 Juta Tukang Tambal Ban yang Hilang & Kini Dikembalikan Bank

Baca juga: Liga Spanyol: Hansi Flick Jadi Idaman, Bos Barcelona Ngotot, Tottenham Ingin Flick Gantikan Mourinho

Sementara itu, Hamas dan Mesir mengatakan gencatan senjata belaku mulai Jumat (21/5/2021) pukul 02.00 waktu setempat.

Terima kasih telah membaca Kompas.com. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email Hamas mengatakan, gencatan senjata tersebut akan menjadi hal yang saling menguntungkan.

"Perlawanan dari Palestina akan mematuhi perjanjian ini selama penjajah (Israel) melakukan hal yang sama," kata Taher Al-Nono, penasihat media untuk kepala Hamas Ismail Haniyeh.

Baca juga: MENGUAK Alasan Luhut Mengajak PNS Work From Bali (WFB): Klaim Pernah Diterapkan Pasca Bom Bali

Baca juga: KETIKA Sekeluarga jadi Driver Ojol: Pernah Dihina Konsumen

 Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi telah memerintahkan dua delegasi masing-masing dari Israel dan Gaza untuk bekerja demi menegakkan gencatan senjata.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, juru bicara sayap bersenjata Hamas Abu Ubaida mengatakan bahwa pihaknya dapat mempermalukan musuh.

"Dengan pertolongan Tuhan, kami dapat mempermalukan musuh, entitasnya yang rapuh, dan tentaranya yang buas," ujar Abu Ubaida.

Baca juga: Soal Tes TWK, Firli Sebut Ikuti Arahan Presiden Jokowi: Kita Tak Komentar, Kita Bekerja

Baca juga: Ada 8 Nama yang Disebut Rizieq Shihab saat Disidang: Mulai Ahok hingga Raffi Ahmad

Dia mengancam akan menembakkan roket Hamas yang akan mencapai seluruh Israel jika Israel melanggar gencatan senjata atau menghantam Gaza sebelum jam pelaksanaan.

Beberapa menit setelah hamas dan televisi pemerintah Mesir mengumumkan gencata, dan gencatan senjata belum berlaku, kedua belah pihak masih saling jual-beli serangan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved