Kamis, 9 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Meski Banyak Keluhan Soal Vaksin AstraZeneca, KIPI: Disebabkan oleh Penyebab Lain

proporsi KIPI yang dilaporkan masyarakat Indonesia mengenai AstraZeneca lebih rendah daripada data hasil uji klinik fase I

JOE KLAMAR / AFP
Petugas Medis di Vienna, Austria memperlihatkan Vaksin AstraZeneca. Di Amerika, Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menghentikan operasional pabrik manufaktur di Baltimore. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Vaksin AstraZeneca beberapa waktu lalu menjadi sorotan.

Ini akibat banyaknya keluhan divaksin.

Meski begitu, pelaksanaan program vaksinasi AstraZeneca dilanjutkan.

Ketua Komnas KIPI Prof. Dr. dr. Hindra Irawan Satari, Sp.A (K)., M.TropPaed., menyatakan, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) serius yang diduga terkait vaksin AstraZeneca baru-baru ini terkonfirmasi tidak berkaitan langsung dengan vaksin tersebut.

Data-data baru ini telah yang sudah dikumpulkan Komnas KIPI, telah dibandingkan dengan hasil uji klinik vaksin AstraZeneca sehingga saat ini Komnas KIPI bisa mengambil kesimpulan atas kejadian tersebut.

“Kasus KIPI terakhir yang sudah kami investigasi, setelah mengkaji data rekam medis pasien, dan pemeriksaan laboratorium, bisa disimpulkan kasus tersebut disebabkan oleh penyebab lain, tidak terkait dengan vaksin AstraZeneca,” jelas Prof. Hindra, pada Dialog Produktif yang diselenggarakan KPCPEN dan disiarkan di FMB9ID_IKP, Selasa (25/6/2021).

Prof. Hindra melanjutkan, proporsi KIPI yang dilaporkan masyarakat Indonesia mengenai AstraZeneca lebih rendah daripada data hasil uji klinik fase I itulah AstraZeneca aman digunakan.

Baca juga: Suami Bidan Tiba-tiba Masuk Ruang Pemeriksaan, Langsung Bunuh Istrinya yang Sedang Periksa Pasien

Baca juga: Tiba di Rumah, Istri Kaget Kemaluan Suami Sudah Putus: Ku Masukkan dalam Toples

Baca juga: Heboh Kebocoran Data Kependudukan,Dirut BPJS Kesehatan Bersuara,Upaya Pengamanan? Ini Penjelasannya

Petugas medis menyuntikkan vaksin Covid-19 AstraZeneca kepada pekerja ritel di GOR Tanjung Duren, Jakarta Barat, Senin (24/5/2021). Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) ambil bagian dari vaksinasi pekerja ritel sebanyak 150 ribu orang, yang terbagi menjadi dua yaitu 60.000 karyawan ritel di bawah naungan Aprindo yang bekerja pada 5 (lima) wilayah DKI Jakarta dan 90.000 untuk masyarakat sasaran pemerintah dan khususnya juga para pelaku UMKM dari lima wilayah DKI Jakarta. Tribunnews/Herudin
Petugas medis menyuntikkan vaksin Covid-19 AstraZeneca kepada pekerja ritel di GOR Tanjung Duren, Jakarta Barat, Senin (24/5/2021). Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) ambil bagian dari vaksinasi pekerja ritel sebanyak 150 ribu orang, yang terbagi menjadi dua yaitu 60.000 karyawan ritel di bawah naungan Aprindo yang bekerja pada 5 (lima) wilayah DKI Jakarta dan 90.000 untuk masyarakat sasaran pemerintah dan khususnya juga para pelaku UMKM dari lima wilayah DKI Jakarta. Tribunnews/Herudin (Tribunnews/Herudin)

Ketua Komda PP KIPI Provinsi DKI Jakarta dr. Ellen Sianipar menambahkan,
sampai kini KIPI yang ditemukan khususnya di DKI Jakarta masih bersifat ringan seperti demam yang kemudian bisa hilang dengan sendirinya setelah satu dua hari.

“Sebelumnya AstraZeneca sudah dipakai untuk vaksinasi anggota TNI dan Polri sejak akhir Maret lalu.

Untuk masyarakat umum memang baru dipakai pada bulan Mei.

Sampai sekarang vaksinasi menggunakan vaksin AstraZeneca masih berlangsung dan saya harap masyarakat masih percaya dengan vaksin terse but,” ujar dr. Ellen.

Baca juga: Badai Pasti Berlalu Curi Perhatian,Bocoran Rabu 26 Mei 2021,Dendam Helmi Membara Gagal Habisi Siska

Baca juga: Remaja Kabur dengan Suami Orang, Ayah Tak Henti Berurai Air Mata,Istri Sah Sempat Beri Peringatan

Baca juga: Liga Italia: Makin Merana, Inter Milan Bakal Kehilangan Antonio Conte karena Hal Ini

 

*Gejala KIPI yang Perlu Diperhatikan*

Meski demikian Prof. Hindra mengingatkan, jika penerima mengalami gejala seperti sakit kepala yang hebat, penglihatan kabur, sesak napas, sakit perut, dan pembengkakan tungkai maka harus segera dilaporkan dan mendapatkan penanganan medis.

7 Solusi Alami Meringankan Sesak Nafas
7 Solusi Alami Meringankan Sesak Nafas (boldsky.com)

“Kalau itu terjadi lebih baik segera melapor supaya bisa di beri petunjuk apakah perlu dirujuk ke rumah sakit atau tidak,” terangnya.

Masyarakat diharapkan jujur jika ada masalah kesehatan. Hal itu akan sangat membantu pelaksanaan vaksinasi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved