Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Kasus DBD Mengancam, DPRD Pekabaru Minta Diskes Hingga Puskesmas Tekan Kasusnya

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru hingga Mei ini, sudah tercatat sebanyak 112 kasus.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Istimewa
Tim dari Dinas Kesehatan Pekanbaru melakukan fogging atau pengasapan di satu kawasan Kota Pekanbaru. Pasca menemukan kasus DBD di kawasan tersebut. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru hingga Mei ini, sudah tercatat sebanyak 112 kasus.

Jumlah ini dikhawatirkan bisa mengancam lebih banyak lagi.

Karenanya, di samping waspada terhadap kasus corona, masyarakat juga diminta hati-hati dengan DBD ini.

Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru Zulkarnain SE MSi mengingatkan, agar masyarakat tetap membiasakan diri dengan pola hidup sehat.

"Kasus DBD ini kan langganan setiap tahun. Jadi harus ada action nyata penanggulangannya. Sehingga bisa ditekan jumlah kasusnya," tegas Zulkarnain kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (27/5/2021).

Selain masyarakat, selaku leading sektor OPD yang bertanggung jawab, Sukses Pekanbaru juga diminta tidak lengah, untuk mengantisipasi kasus DBD ini.

Sebab, anggaran penanganannya sudah ada di APBD Pekanbaru 2021.

"Jangan hanya sosialisasi atau kegiatan seremoni saja. Tapi kegiatan yang benar-benar bisa menekan angka DBD ini. Karena ini kan pekerjaan tahunan, harusnya berkurang setiap bulannya. Kan sudah ada waktu penyebaran dan daerah mana yang rawan," sebut Politisi PPP ini lagi.

Lebih lanjut dikatakan, Diskes hingga 22 Puskesmas yang ada di Kota Pekanbaru, juga diminta melakukan terobosan jitu dalam hal penanganannya.

"Bagaimana masyarakat itu bisa sadar dengan pola hidup bersih. Strategi itu yang harus dilakukan Diskes dan Puskesmas," pintanya.

Seperti diketahui, Sekretaris Diskes Pekanbaru, Zaini Rizaldy Saragih menjelaskan, dari 112 kasus hingga Mei 2021 ini, daerah Marpoyan Damai menjadi penyumbang kasus tertinggi di peringkat pertama, dengan 22 kasus.

Di susul Kecamatan Tenayan Raya di posisi kedua dengan jumlah 19 kasus.

Selain itu, tersebar juga di Kecamatan Sukajadi 3 kasus, Senapelan 1 kasus, Pekanbaru Kota 1 kasus, Rumbai Timur 5 kasus, Rumbai 10 kasus, Limapuluh 10 kasus, Sail 6 kasus, Bukit Raya 5 kasus, Kulim 1 kasus, Tuah Madani 12 kasus, Bina widya 5 kasus, dan Payung Sekaki 12 kasus.

"Saat ini sebagian besar pasien yang terserang DBD, sudah dinyatakan sembuh dan tinggal beberapa saja yang dirawat," terangnya.

Kondisi ini mengharuskan masyarakat, agar menerapkan polah hidup bersih dan sehat. Karena dari data pasien yang sudah terkena DBD ini, klasifikasi usianya tertinggi berusia 10 hingga 14 tahun.

"Untuk 34 kasus pada rentan usia 10-14 tahun. Setelah itu di usia 25-44 tahun, 19 kasus," sebutnya. (Tribunpekanbaru.com/ Syafruddin Mirohi).  

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved