Breaking News:

INGAT, Puskemas di Riau Dilarang Menolak Warga yang Mau Tes Swab PCR 

Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 mengingatkan petugas di Puskemas di Riau agar tidak menolak masyarakat yang meminta untuk dilakukan tes swab PCR

PEDRO PARDO / AFP
FOTO ILUSTRASI - Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 mengingatkan kepada petugas di Puskemas di Riau agar tidak menolak masyarakat yang meminta untuk dilakukan tes swab PCR.  

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 mengingatkan kepada petugas di Puskemas di Riau agar tidak menolak masyarakat yang meminta untuk dilakukan tes swab PCR. 

Juru Bicara (Jubir) Percepatan Penanganan Satgas Covid-19 Riau, dr Indra Yovi, Senin (7/6/2021), menegaskan, jika ada warga yang datang ke Puskemas dan mereka merasa berkontak erat dengan pasien terkonfimasi Covid-19, maka petugas Puskemas wajib melayani nya dan dilarang untuk menolak. 

Hal ini ditegaskan Indra Yovi menyusul adanya laporan yang diterima Satgas, bahwa ada banyak masyarakat yang ditolak saat akan meminta dilakukan pemeriksaan swab di Puskemas.

Padahal warga ini merasa dirinya pernah berkontak erat dengan pasien yang terpapar Covid-19.

"Kami banyak mendapatkan laporan dari masyarakat yang mengadukan sulitnya melakukan swab di Puskemas. Mereka ini merupakan warga yang berkontak erat dengan pasie Covid-19, ada anak, istri maupun suaminya. Karena merasa berkontak erat, mereka datang ke Puskemas ingin diswab, pasien ini harus diswab," kata Yovi. 

Yovi mengungkapkan, jika sampel tersebut tidak bisa dikirim dihari yang sama ke lab biomolekuler, maka sampel bisa disimpan di kulkas yang ada dimasing-masing Puskemas. 

"Kemudian besoknya baru diantar ke lab," ujarnya.

Di Provinsi Riau sudah ada beberapa daerah yang sudah memiliki alat PCR yang bisa digunakan untuk memeriksa sampel swab.

Selain alat PCR juga ada di RSUD Arifin Ahmad yang menjadi rujukan sampel dari seluruh daerah di Riau, ada juga lab di RS Madani Kota Pekambaru.

"Selain itu juga ada di Dumai, Siak dan Inhil. Ini harus dimaksimalkan untuk tracing dan traking. Jangan sampai ada warga yang sudah punya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan tapi ditolak dengan alasan belum waktunya atau tidak ada kuota," katanya. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

Berita Riau lainnya

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved