Selasa, 12 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

MENGUAK Informasi Rahasia Tempat Kasus Pertama Covid-19 Muncul: China Dinilai Tak Terbuka

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan oleh tim ilmuwan yang diterbitkan 6 Juni di Jurnal Scientific.

Tayang:
Weibo via Dailymail.co.uk
Hewan liar yang dijual belikan di pasar hewan wuhan, China. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pasar makanan basah Wuhan dikenal sebagai awal mulanya Covid-19 muncul di China, dilaporkan pada Desember 2019.

Pasar itu, secara ilegal menjual banyak hewan liar yang diyakini menjadi inang Covid-19.

Menurut Bloomberg, penelitian itu diterbitkan kurang dari dua minggu setelah Presiden Joe Biden mengarahkan badan intelijen untuk menyelidiki Covid-19.

Babi, musang, dan berbagai hewan dijual di pasar hewan di Wuhan, antara Mei 2017 dan November 2019.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan oleh tim ilmuwan yang diterbitkan 6 Juni di Jurnal Scientific.

Temuan baru yang mendukung kesimpulan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa virus SARS-CoV-2 lebih mungkin ditularkan dari hewan ke manusia.

Mungkin langsung dari kelelawar atau sepesies perantara, hewan liar yang dijual di pasar hewan laut Huanan di Wuhan.

Baca juga: KETIKA Pak Kades Mengayomi Istri Orang di Rumah: Ketahuan & Kabur Lewat Jendela

Baca juga: CEK Zodiak Kamis (10/6/2021): Gemini Ada Masalah Nih, Libra Diliputi Egoisme

Robert Garry, seorang profesor mikrobiologi dan imunologi di Universitas Tulane di New Orleans, AS, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, menjelaskan.

"Laporan ini mencakup hewan liar yang rentan terhadap virus SARS-CoV-2 ada di sini di Wuhan. Ini bisa dianggap sebagai wahyu besar," katanya.

Tim peneliti menegaskan bahwa akses ke data yang digunakan dalam laporan benar-benar acak.

Temuan ini didasarkan pada survei berkala di toko-toko yang menjual satwa liar hidup sebagai hewan peliharaan atau makanan di seluruh Wuhan, sebelum epidemi Covid-19 muncul.

"Hewan liar yang dijual di pasar makanan laut Wuhan hidup dalam kondisi sanitasi yang buruk dan berpotensi menimbulkan risiko penularan penyakit," kata Xiao Xiao, penulis studi, dari Pusat Penelitian Hewan di Universitas Hong Kong Hubei Medical di Wuhan.

Baca juga: KETIKA Chef Arnold & Chef Renata Komentari Fenomena BTS Meals: Begini Reaksi Mereka

Baca juga: KUMPULAN Bahasa Gaul: Arti Ghosting, Arti Plot Twist, Arti Nolep dalam Kamus Bahasa Gaul

Menurut tim, hewan liar yang ditumpuk dalam kondisi buruk.

"Penjual tanpa sertifikat asal atau sertifikat karantina, ini pada dasarnya adalah perdagangan ilegal," kata para peneliti.

"Laporan tersebut merupakan bukti konklusif bahwa ada masalah dengan hewan liar yang dijual di pasar," kata Profesor Garry.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved