Sabtu, 9 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kapolda Riau Beberkan Ada Preman yang Bekerja dengan Sistem Shift, Sehari Bisa Dapat Uang Rp3 Juta

Kapolda Riau membeberkan bahwa ada preman yang bekerja dengan sistem shift. Bahkan sehari bisa mendapatkan uang Rp3 Juta.

Tayang:
Penulis: Rizky Armanda | Editor: Ariestia
Istimewa
Jajaran Polresta Pekanbaru dan Polsek, berhasil menciduk sedikitnya 79 orang preman. Mereka diamankan dalam waktu 24 jam, terhitung mulai Sabtu (12/6/2021) kemarin sampai Minggu (13/6/2021) ini. Sedangkan Kapolda Riau membeberkan bahwa ada preman yang bekerja dengan sistem shift. Bahkan sehari bisa mendapatkan uang Rp3 Juta. 

Para preman ini sudah sangat meresahkan masyarakat. Karena mereka kerap memeras, memalak, dan juga melakukan pungutan liar (pungli) yang barang tentu diluar ketentuan yang berlaku.

Bahkan tak jarang, dalam aksinya para preman ini juga melakukan perbuatan intimidasi dan pengancaman kepada masyarakat.

"Pada prinsipnya kita tidak akan memberi ruang bagi mereka yang mencoba mengganggu keselamatan, keamanan dan ketertiban masyarakat," kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya saat memimpin ekspos hasil giat penangkapan preman, Minggu sore.

Disebutkannya, para preman ini diamankan di sejumlah lokasi. Seperti di Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Nilam, Jalan Setia Budi, Jalan Teuku Umar, Jalan Thamrin, Simpang Bundaran Keris, Jalan HR Subrantas.

Lalu Jalan Naga Sakti, Jalan Manyar Sakti, Jalan Paus, Jalan Harapan Raya, Jalan Nangka, Jalan Pesisir, Jalan Soekarno Hatta, Pasar Induk Terminal AKAP, dan lain-lain.

Selain pelaku, polisi juga menyita barang bukti seperti senjata tajam jenis pisau, pistol mainan, dan uang tunai hasil pungli sebesar Rp1,9 juta lebih.

"Mereka melakukan pemalakan, pemerasan, mengancam dan pungli. Ini sangat meresahkan," jelas Kapolresta.

Ia menuturkan, para preman ini biasanya 'bermain' di lokasi yang menjadi sentra ekonomi masyarakat. Seperti komplek pertokoan, pergudangan, pasar tradisional, mal, hingga di tempat fasilitas pelayanan publik.

"Mereka preman tidak terlepas dari aksi-aksi yang bisa mengganggu roda perekonomian. Untuk itu kita akan memerangi mereka," tegas Kombes Nandang.

Apalagi diungkapkannya, aksi para preman ini pastinya bisa mengganggu upaya pemulihan ekonomi dan beriringan dengan upaya menangani pandemi covid-19 yang sedang dilakukan bersama-sama.

"Kita akan lanjutkan melakukan upaya pemberantasan premanisme," tegas dia.

Ditambahkan Kombes Nandang, para preman yang berhasil diamankan ini, berasal dari kelompok yang berbeda.

Pihaknya pun akan menelusuri, siapa pihak yang ada di belakang aksi para preman ini.

"Tetap kita selidiki, siapa yang menyuruh, siapa yang menggerakkan mereka," pungkasnya.(tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved