Breaking News:

Teledor Tinggalkan Pelepah Berapi,Picu Kebakaran 3 Hektare Lahan,Pria di Inhil Terancam 5 Tahun Bui

Pria di Inhil Riau terancam 5 tahun bui karena teledor meninggalkan pelepah dan ranting kering yang berapi, hingga picu 3 hektare lahan terbakar

Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: Nurul Qomariah
ISTIMEWA
Tim dari Polsek Tembilahan Hulu dan Polres Inhil saat mengecek ke lokasi Karhutla. Pria berinisial SA terancam 5 tahun bui akibat teledor meninggalkan pelepah yang berapi hingga memicu 3 Ha lahan terbakar. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN HULU - Akibat teledor meninggalkan pelepah dan ranting kering yang berapi, pria di Inhil Riau terancam 5 tahun bui. Kok bisa?

Ya, bisa karena pria berinisial SA itu memicu terbakarnya 3 hektare lahan dan polisi menjeratnya dengan pasal 188 KUH Pidana dan atau Pasal 108 Undang-Undang RI nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Ancaman hukuman pasal tersebut maksimal 5 tahun penjara.

Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla yang menghanguskan 3 hektare (Ha) lahan itu terjadi di Desa Sungai Intan, Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau.

Tim Polsek Tembilahan Hulu yang mendapatkan informasi mendapati titik api melalui aplikasi Lancang Kuning milik Polda Riau dan langsung melakukan pengecekan ke lokasi.

Kapolsek Tembilahan Hulu, AKP Rhino Handoyo bersama Kepala Desa Sungai Intan, Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa serta personil Polsek Tembilahan Hulu melaksanakan pengecekan dan dilanjutkan dengan pemadaman di lokasi kebakaran, Rabu (24/6/2021).

Setelah rangkaian penyelidikan dan interogasi kepada para saksi yang berada di sekitar tempat terjadinya kebakaran, Unit Reskrim Polsek Tembilahan Hulu bersama Unit Tipidter Polres Inhil akhirnya mengamankan pelaku pembakar lahan berinisial SA.

Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan melalui Paur Humas Ipda Esra menerangkan, penangkapan pelaku berdasarkan informasi terjadinya Karhutla, Tim dari Polsek Tembilahan Hulu mengecek ke lokasi kejadian dan ternyata benar adanya.

“SA (30), seorang laki- laki warga Pulau Palas, Desa Sungai Intan berhasil diamankan. Pelaku pembakaran lahan selanjutnya dibawa ke Polres Inhil untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut,” ungkap Ipda Esra .

Dalam keterangannya, ditambahkan Ipda Esra, pelaku mengakui membuka lahan dengan cara membakar pelepah kelapa dan ranting kering.

Setelah membakar, pelaku meninggalkan lahan tanpa melakukan pengawasan.

Akibat keteledorannya itu, SA ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana karena kesalahan atau kealpaan hingga menyebabkan kebakaran.

Pelaku dikenakan pasal 188 KUH Pidana dan atau Pasal 108 Undang-Undang RI nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

“Ancaman penjara maksimal lima tahun,” pungkas Ipda Esra.

( Tribunpekanbaru.com / T Muhammad Fadhli )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved