Sabtu, 11 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Lawan Covid 19

Penggunaan Masker Sangat Efektif Cegah Penularan Virus Corona

Menjalani isolasi mandiri bagi korban terinfeksi Virus Corona bergejala ringan, dinilai akan meringankan beban rumah sakit dan tenaga kesehatan

Editor: Rinal Maradjo
ISTIMEWA dari KCPEN untuk Tribun Network
KPCPEN menggelar Webinar Kiat Isolasi Mandiri pada Selasa (30/6/2021). Webinar itu diisi oleh narasumber Wagub DKI Jakarta Ahmad Reza Patria, Dr Andi Khomeini dan artis Ben Kasyafani 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Menjalani isolasi mandiri bagi korban terinfeksi Virus Corona bergejala ringan, dinilai akan meringankan beban rumah sakit dan tenaga kesehatan yang saat ini kewalahan dalam menangani pasien Virus Corona bergejala berat dan sedang yang terus membludak.

dr. Andi Khomeini Takdir, Sp.PD (K-Psi), Dokter Spesialis Penyakit Dalam & Konsultan Penyakit Dalam Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet menyebutkan saat ini tenaga kesehatan yang ada di RSDC Wisma Atlet, kelelahan akibat banyaknya pasien yang mesti ditangani.

Menurut dr. Andi, untuk melakukan isolasi mandiri tidaklah begitu sulit.

Masyarakat cukup mengetahui kiat- kiat isolasi mandiri yang benar agar kesehatannya cepat pulih.

Dia menjelaskan bahwa saat melakukan isolasi mandiri di rumah, pertama-tama pasien harus memakai masker.

Baca juga: Terapkan Protokol Kesehatan, Ketahui Lama Virus Corona Bertahan di Pakaian, Simak Cara Mencucinya

Baca juga: Bukan Berarti Kebal Covid-19, Kenali Gejala Virus Corona Yang Dialami Orang yang Sudah Divaksin

“Dan perlu juga diketahui, kunci pencegahan agar tidak terpapar virus corona adalah menggunakan masker. masker dua lapis menurut penelitian Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dikatakan mampu meningkatkan proteksi dari 60-80% menjadi 90%,” anjur dalam Dialog Produktif yang diselenggarakan KPCPEN dan disiarkan FMB9ID_IKP, Selasa (29/6).

Kedua, kamar harus terpisah dan pastikan jendela kamar isolasi mandiri pasien terbuka.

dr. Andi juga menekankan bagi pasien yang menjalani isolasi mandiri harus menjaga makanan dengan gizi seimbang.

“Kalau di rumah sakit, ada dokter dan perawat yang mendukung. Saat di rumah, keluarga harus menjadi pendukung agar selera makan pasien tetap terjaga,” sarannya.

Sebisa mungkin, lanjut dr. Andi, bagi pasien yang isolasi mandiri agar tidak mendiagnosis diri sendiri, kalau memungkinkan harus terus berkonsultasi dengan dokter.

Apabila ada gejala yang sangat semakin dirasa berat, perlu untuk menghubungi dokter.

Aktor, Ben Kasyafani yang sempat terkena COVID-19, menceritakan pengalamannya saat melakukan isolasi mandiri.

“Tahun lalu saya terkonfirmasi positif COVID-19 dan melakukan isolasi mandiri di rumah. Secara total saya melakukan isolasi mandiri di kamar sendiri selama 20 hari. Anak dan istri saya dites dan menunjukkan hasil negatif, sehingga kami memisahkan diri,” tuturnya.

“Bagi yang menjalani isolasi mandiri, kita harus terus berpikir positif. Energi kita harus fokus untuk mencari solusi dari pandemi ini. Mulailah mencari informasi mengenai COVID-19 yang benar agar kita bisa cepat mencari solusinya,” tabah Ben.

Menanggapi pernyataan Ben, dr. Andi setuju bahwa masyarakat jangan mencari kambing hitam tapi harus sama-sama mencari solusi dari kondisi seperti ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved