Beginilah Aturan Ketat Lockdown di Australia setelah Militer Dilibatkan Lakukan Pengamanan
Ruang gerak warga dibatasi seiring dengan kebijakan lockdown yang diterapkan. Militer pun ikut turun ke jalan
TRIBUNPEKANBARU.COM- Beginilah baturan ketat lockdown di Australia setelah mikiter dikerahkan melakukan pengamanan.
Pemerintah Australia tak main-main dalam usahanya membatasi ruang gerak warganya guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Negara Australia sedang dalam masalah ketika Covid-19 varian Delta mulai menyebar.
Usaha tegas dan disiplin kemudian diterapkan untuk cepat mengantisipasi penyebarannya.
Lockdown menjadi solusi yang diambil pemerintah Australia.
Baca juga: Massa Anti-lockdown Kepung Sejumlah Kota di Australia Saat Kasus Covid-19 Melonjak Lagi
Baca juga: Kota Medan Lockdown Per 12-20 Juli, Kapolda Sumut : yang Tak Punya Kepentingan Dilarang Masuk
Untuk memastikan tidak ada yang melakukan pelanggaran, maka militer ikut dilibatkan.
Bagaimana kondisi lockdown di Australia setelah militer ikut turun ke jalan
Pemerintah Australia memutuskan mengerahkan militer untuk membantu menegakkan penerapan lockdown di Sydney.
Ratusan personel diberangkatkan untuk menguatkan otoritas setempat dalam menerapkan karantina wilayah di tengah kasus yang meningkat.
Varian Delta yang menyerang sejak Juni membuat otoritas kesehatan melaporkan lebih dari 3.000 kasus dan sembilan korban meninggal.
Meski lockdown sudah diterapkan dalam lima pekan terakhir, infeksi Covid-19 di kota terbesar Australia itu tidak mengendur.
Pada Jumat (30/7/2021) seperti diberitakan BBC, pemerintah setempat mengonfirmasi adanya 170 kasus infeksi baru.
Namun, banyak pihak mempertanyakan seberapa parah urgensinya sehingga Canberra harus memberangkatkan militer.
Karantina wilayah yang diterapkan hingga 28 Agustus itu melarang warga meninggalkan rumah kecuali berolahraga, berbelanja, hingga merawat lansia.
Pasukan Pertahanan Australia (ADF) dilaporkan bakal menggelar latihan pada akhir pekan, sebelum mereka berpatroli Senin (2/8/2021).
Mereka akan bergabung bersama kepolisian setempat di daerah yang dianggap memiliki penularan tertinggi.
Ratusan personel tersebut akan membantu kinerja polisia memastikan publik Sydney tidak melanggar batas perjalanan 10 km.
Baca juga: Di Padang Sedang Viral, Video Emak-emak sebut Padang Kota Bebas, Gak Ada Lockdown, Ini Kata Polisi
Menteri Polisi David Elliott mengatakan, kebijakan ini jelas membantu aparat karena banyak warga yang mengira takkan terpengaruh aturan itu.
Apalagi, informasi yang diberikan otoritas kesehatan menyatakan penularan paling banyak terjadi di warga yang punya izin bepergian.
Langkah Canberra dikritik Aliansi Advokat Australia, yang menyebut keberadaan militer itu merusak tatanan demokrasi.
Steve Christou, Wali Kota Dewan Cumberland juga melayangkan kritik terhadap langkah pemerintah pusat yang menerjunkan pasukan.
Menurutnya, kebijakan karantina akibat Covid-19 sudah menghantam pekerja sektor kritis dan keluarga miskin, serta etnis minoritas.
"Mereka sudah tidak bisa membayar cicilan rumah, sewa apartemen, makanan. Sekarang keberadaan militer akan jadi masalah baru," kata dia kepada SBS.
Baca juga: Indonesia Terancam Alami Tragedi Kemanusiaan, Presiden Tak Pilih Lockdown Karena Alasan Ini
Banyak kalangan menyarankan agar pemerintahan Perdana Menteri Scott Morrison mempercepa vaksinasi penduduk "Negeri Kanguru".
Sumber Kompas.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/virus-corona-b117.jpg)