Breaking News:

Hampir Mustahil Warga Berani Melanggar, Lihatlah, Begini Ketatnya Lockdown di Australia

Hampir tak mungkin warganya melakukan pelanggaran. Begini ketatnya kebijakan lockdown di Australia. ADa militer, helikopter dan sanksi besar

Editor: Budi Rahmat
REUTERS/CHARLES PLATIAU
Polisi Prancis melakukan patroli pengamanan selama lockdown 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Bikin warganya tidak akan berani melakukan pelanggaran, begini ketatnya kebijakan lockdown yang diberlakukan di kota besar di Australia.

Selain mengerahkan militer, pengetatan aktifitas warga juga diperkuat dengan aturan sanksi yang tak main-main.

Bagi warga yang sengaja melakukan pelanggaran atau melanggaran aturan lockdown, maka siap-siap merogoh kantong celana lebih dalam.

Sebab ada dena Rp 7 juta lebih bagi warga yang sengaja melakukan pelanggaran.

Selain itu di jalanan warga akan diawasi ketat oleh militer yang siaga selama 24 jam penuh.

Baca juga: Presiden Jokowi Ungkap Alasan Mengapa Indonesia Tak Bisa Lockdown, Masih Semi Saja, Semua Menjerit

Baca juga: Jokowi Tegaskan Tak Bisa Lakukan Lockdown di Indonesia, Belum Menjamin Permasalahan Selesai

Australia juga menggunakan helikopteruntuk menegakkan penguncian “Nol Covid” sejak Sabtu (31/7/2021).

Ribuan polisi sudah diturunkan memenuhi pusat kota Sydney untuk menegakkan aturan, dan memberikan denda 500 dollar AS (Rp 7,2 juta), bagi mereka yang tidak mengenakan masker.

Sirene meraung di seluruh kota dan pesan tegas disiarkan dari langit, ketika jutaan orang diberitahu: “Ini adalah perintah kesehatan masyarakat —jangan melanggar aturan —Anda akan ditangkap dan didenda.”

Para menteri mencoba untuk menghilangkan semua kasus melalui isolasi dan perbatasan tertutup. Tetapi hanya 17 persen orang dewasa yang telah divaksinasi, dan kekhawatiran sekarang berkembang atas meningkatnya prevalensi virus di seluruh negeri.

Daily Mail pada Sabtu (31/7/2021) melaporkan, hingga 1.300 petugas polisi mengerumuni Sydney.

Aparat keamanan mendirikan penghalang jalan sebagai bagian dari unjuk kekuatan besar-besaran, untuk menghindari terulangnya protes anti-lockdown yang keras minggu lalu.

Sekitar 250 denda orang didenda, masing-masing senilai 500 dollar AS (Rp 7,2 juta), diberlakukan di seluruh kota sejak kemarin.

Kondisi itu diterapkan setelah Perdana Menteri Australia Scott Morrison meluncurkan rencana empat tahap kembali ke kebebasan. Tetapi, menurutnya 80 persen orang dewasa harus divaksinasi sebelum perbatasan dapat mulai dibuka.

Lima juta orang Sydney berada di bawah perintah ketat tinggal di rumah karena lonjakan mengkhawatirkan hampir 3.000 infeksi sejak pertengahan Juni.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved