Hampir Mustahil Warga Berani Melanggar, Lihatlah, Begini Ketatnya Lockdown di Australia
Hampir tak mungkin warganya melakukan pelanggaran. Begini ketatnya kebijakan lockdown di Australia. ADa militer, helikopter dan sanksi besar
Australia dipuji atas penanganannya terhadap krisis virus corona pada awal pandemi, dengan lebih dari 34.000 kasus dan kurang dari 1.000 kematian.
Tetapi sekarang, “Negeri Kanguru” dihadapkan dengan penyebaran varian India yang jauh lebih menular yang terbukti mampu menembus tindakan penguncian.
Banyak negara yang divaksinasi tinggi sekarang dibuka kembali, tetapi Australia tetap berpegang pada “strategi Nol Covid”. Sementara upaya vaksinnya tertinggal di belakang negara-negara lain di dunia.
Baca juga: Massa Anti-lockdown Kepung Sejumlah Kota di Australia Saat Kasus Covid-19 Melonjak Lagi
Baca juga: Sindir Pemerintah soal Lockdown Mematikan Perekonomian, Mardani: Kalau Ada Bantuan Akan Efektif
Lonjakan kasus terbaru di Sydney telah ditelusuri kembali ke pengemudi bandara yang tidak divaksinasi yang terinfeksi bulan lalu. Sejak itu, kota terbesar di Australia telah melaporkan 13 kematian.
Dengan polisi yang tersebar ke segala arah di Harbour City, hanya delapan penangkapan yang dilakukan, jauh dari adegan kacau di CBD tujuh hari yang lalu.
"Ini bukan Australia tempat saya beremigrasi," kata seorang wanita dari Parramatta Utara kepada Daily Mail Australia.
“Tidak bisa percaya. Apakah mereka memeriksa kita memakai masker di kebun kita? Seperti diperlakukan sebagai tersangka penjahat.”
Sumber Kompas.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/polisi-prancis-melakukan-patroli-pengamanan-selama-lockdown.jpg)