Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Sudah Bulan Agustus 2021, DPRD Pekanbaru Pertanyakan Action Realisasi Masterplan Banjir Pekanbaru

Kota Pekanbaru sudah memiliki masterplan penanganan banjir. Launching drafnya dilakukan pada Januari 2021 lalu.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
TRIBUNPEKANBARU/DODI VLADIMIR
Sejumlah kendaraan menerobos genangan banjir di Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru, Selasa (18/5/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kota Pekanbaru sudah memiliki masterplan penanganan banjir. Launching drafnya dilakukan pada Januari 2021 lalu.

Namun setelah dilaunching, apakah sudah ada action realisasinya sekarang di lapangan? Sebab faktanya, hingga kini jika hujan mengguyur Kota Pekanbaru, masih terdapat beberapa titik banjir yang parah. Apalagi beberapa hari belakangan ini, Kota Pekanbaru terus diguyur hujan deras.

Wakil Ketua DPRD Pekanbaru T Azwendi Fajri SE mengatakan, seharusnya jika memang ada action di lapangan, penanganan banjir sudah ada nampak progresnya. Apalagi sekarang sudah Bulan Agustus.

"Meski sekarang masa PPKM, masterplan penanganan banjir harus dilaksanakan. Jangan abai dan terkesan lips servis saja masterplan ini," tegas Azwendi kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (20/8/2021).

Politisi Senior Partai Demokrat ini juga mengingatkan, karena persoalan banjir merupakan masalah klasik yang selalu dikeluhkan masyarakat, harus masuk dalam kegiatan prioritas OPD. Baik itu Dinas PUPR maupun Dinas Perkim.

Paling tidak, dari ratusan titik banjir yang ada, harusnya sudah mulai nampak perubahannya. Terutama di jalan protokol, termasuk halnya di pemukiman warga.

"Tapi Ini tidak terlepas dari peran semua pihak. Terutama masyarakat, harus ikut andil dalam penanganan banjir ini. Tidak membuang sampah sembarangan, juga memggiatkan gotong royong secara berkala di daerahnya," harap Azwendi.

Disinggung mengenai adanya lintas kewenangan penanganan banjir antara Pemko Pekanbaru, Pemprov Riau, dan pemerintah pusat, ikhwal ini harus benar-benar didudukkan bersama.

"Jangan hanya banyak teori, tapi hasil di lapangan tetap nihil. Pola ini yang harus diubah, harus saling bersinergi," pintanya.

Sekadar gambaran, pada tahun 2021 ini, Pemko Pekanbaru menganggarkan Rp13 miliar untuk penanganan banjir.

Kepala Dinas PUPR Pekanbaru Indra Pomi Nasution belum lama ini memaparkan, bahwa jumlah titik banjir di Kota Pekanbaru sebanyak 375 titik rawan banjir, berdasarkan data pada masterplan penanganan banjir yang tersebar di 15 kecamatan di Kota Pekanbaru.

"Pasti secara bertahap akan kita benahi secara," janji Indra Pomi. Untuk anggaran sebesar Rp13 miliar tersebut, memang digunakan untuk masterplan penanganan banjir.

Bahkan jumlah anggaran tersebut, sudah termasuk biaya pasukan kuning, operasional pemeliharaan (OP) dan pembangunan drainase di komplek Perkantoran Pemko Tenayan Raya. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved