Breaking News:

Jejaknya Aja Bikin Ngeri,Kalo Ketemu Bisa Mati Berdiri,Bekas Tapak Hewan di PT Gandaherah Pelalawan

Kalo ketemu bisa langsung mati berdiri, jejaknya aja bikin ngeri. Bekas tapak hewan buas ditemukan di kebun PT Gandaherah Pelalawan

Penulis: johanes | Editor: Nurul Qomariah
istimewa
Tim BKSDA Riau melakukan mitigasi penemuan bekas tapak kaki yang diduga milik harimau Sumatera di kebun sawit PT Gandaerah Hendana Pelalawan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Jejaknya aja bikin ngeri, apalagi kalo ketemu bisa mati berdiri. Bekas tapak hewan buas ditemukan di kebun PT Gandaherah Pelalawan.

Penemuan jejak kaki itu diduga milik harimau Sumatera.

Lokasinya di kebun milik PT Gandaerah Hendana di Kelurahan Kerumutan Kecamatan Kerumutan.

Penemuan bekas tapak hewan buas itu sempat heboh di media sosial (medsos).

Jejak itu ditemukan pada Rabu (18/8/2021) pekan lalu.

Untuk memastikan temuan itu, tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau menurunkan tim ke areal Hak Guna Usaha (HGU) PT Gandahera Hendana pada Jumat (20/08/2021) lalu.

Hasil mitigasi tim BKSDA jejak kaki yang ada di areal kebun dipelajari dari segi bentuk dan cirinya. Kemudian diukur besar dan panjang tapak kaki tersebut.

"Hasil pemeriksaan tim ke lokasi, itu memang bekas tapak kaki satwa liar harimau sumatera. Beberapa bulan yang lalu juga ditemukan jejak serupa tidak jauh dari tempat itu," ungkap Kepala Bidang KSDA Wilayah l, Andri Hansen Siregar, Senin (23/8/2021).

Jejak tersebut melewati jalan koridor PT Pertamina, kemudian mengarah ke areal perkebunan kelapa sawit PT Ganderah Hendana.

Selanjutnya berjalan lagi ke arah semak-semak yang tidak jauh dari areal pekuburan warga setempat.

Kepada Tribunpekanbaru.com Andri Hansen mengatakan, pihaknya meminta kepada pihak perusahaan agar kooperatif jika ditemukan jejak serupa di kemudian hari.

Termasuk jika ada pertemuan secara fisik pekerja maupun masyarakat dengan harimau Sumatera.

Sehingga tim bisa langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan mengantisipasi terjadinya konflik antara harimau dengan manusia.

BKSDA juga mengimbau kepada perusahaan dan masyarakat agar tidak melajukan perburuan liar terhadap satwa yang dilindungi itu.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved