Breaking News:

Siapa Profesor Abal-abal yang Diminta Ali Ngabalin Juga Ditangkap Pasca Yahya Waloni Diringkus?

Ali Ngabalin tidak menyebut nama sosok yang dia maksudkan itu, meskipun diketahui selama ini dia kerap berseteru dengan Rocky Gerung.

Editor: Muhammad Ridho
Kompas.com/Kristian Erdianto
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kabar ditangkapnya penceramah Yahya Waloni, ikut ditanggapi oleh Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin.

Ngabalin meminta agar Yahya menjadikan penangkapan itu sebagai pelajaran.

Ia juga berharap agar sosok yang ia sebut sebagai 'prof abal-abal' bisa segera ditangkap seperti Yahya Waloni.

Meski demikian, dia tidak menyebut nama sosok yang dia maksudkan itu, meskipun diketahui selama ini dia kerap berseteru dengan Rocky Gerung.

"Si prof abal-abal semoga cepat menyusul. Yahya apa kabar ngana dinda? Belajar yang banyak klu msh mau berdakwah, salam pe Nur Sugi bilang dari bang ali," tulis Ngabalin di Twitter, Jumat (27/8/2021).

Ngabalin menilai, pihak kepolisian telah menjalankan amanat Undang-undang dengan menangkap Yahya Waloni.

"BARESKRIM telah melaksanakan amanah UU. Negeri kita harus bersih dari pengaruh FUNDAMENTALIS&RADIKALISME kampungan.#PolriAndalanKita," imbuhnya.

Yahya Waloni ditangkap karena dituding menistakan agama.

Yahya Waloni sendiri tampak bungkam saat digiring polisi ke Gedung Bareskrim Polri.

Dari pantauan Tribunnews.com di Gedung Bareskrim Polri, Yahya tak memberikan komentar sedikit pun kepada awak media yang telah menunggunya dan meminta konfirmasi terkait kasusnya tersebut.

Dia hanya melemparkan salam sungkem kepada wartawan.

Setibanya di lokasi, Yahya langsung digiring masuk ke dalam gedung untuk menjalani pemeriksaan.

Ia dibawa langsung oleh Wadir Tipid Siber Bareskrim Polri Kombes Himawan Bayu Aji ke ruang pemeriksaan.

Sejak penangkapan Muhammad Kace beberapa hari lalu, terpantau memang muncul seruan untuk polisi agar menangkap Yahya Waloni yang dituding turut menyuarakan kebencian dalam materi dakwahnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved