Video yang Menggemparkan Dunia, Ternyata Begini Virus Corona Mengganas dalam Sel Otak
Terlihat jelas. Beginilah virus corona mendominasi di sel otak hingga membuat seseorang meninggal dunia. Dala, video ini terlihat jelas
Dari video ini, dapat terlihat serangkaian sel otak kelelawar berupa gumpalan abu-abu, yang diselingi dengan titik berwarna merah berukuran kecil dalam jumlahnya sedikit.
Baca juga: Corona Mengintai, Warga Riau Tetap Kunjungi Mal Saat PPKM Level 4 Pekanbaru Diterapkan, Kenapa?
Titik merah itu merupakan bentuk sel otak kelelawar yang sudah mati dan terinfeksi virus SARS-CoV-2. Dalam video, titik merah itu lama kelamaan terlihat semakin banyak dan ukurannya membesar.
Ini karena virus terus menginfeksi sel otak kelelawar. Lalu setelah sel mati dan terinfeksi virus SARS-CoV-2, mereka akan bergabung dengan sel tetangga yang juga sudah mati dan terinfeksi.
Menjelang akhir video, sel otak yang sudah terinfeksi virus SARS-CoV-2 itu meledak, menandakan kematian mereka.
Aicher yang juga menekuni bidang zoonosis, penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan ke manusia, mengatakan pola infeksi yang terjadi pada kelelawar ini serupa dengan yang terjadi pada manusia.
Perbedaan utamanya, kata Aicher, pada akhirnya kelelawar yang terinfeksi SARS-CoV-2 tidak sakit. Sementara manusia bisa sakit bahkan meninggal dunia.
Aicher menjelaskan, pada manusia virus corona baru mampu menghindari sistem deteksi kekebalan tubuh manusia. Dengan cara memaksa sel inang untuk menyatu dengan sel tetangga yang sudah terinfeksi.
Proses ini dikenal sebagai syncytia, yang memungkinkan virus corona tetap tidak terdeteksi saat bereplikasi.
“Setiap kali virus harus keluar dari sel, itu berisiko untuk terdeteksi oleh sistem kekebalan, sehingga jika dapat langsung berpindah dari satu sel ke sel lainnya, ia dapat bekerja lebih cepat,” kata Aicher.
Ia berharap video ini akan membantu orang awam mengetahui dan memahami bagaimana virus yang sudah menewaskan jutaan orang ini bekerja.
Baca juga: Meski Sudah 2 Kali Vaksin, WHO Sebut 2 Golongan Ini Masih Bisa Terpapar Corona, Siapa Saja?
“Sangat penting untuk membantu orang memahami bahwa ini adalah virus yang sangat canggih dan pintar, yang beradaptasi dengan baik untuk membuat manusia sakit,” kata Aicher, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari The New York Times, Senin (30/8/2021).
(Tribunpekanbaru.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/virua-corona-menginveksi-sel-otak.jpg)