Breaking News:

Dugaan Pungli PTSL Desa Bagan Limau, Kejari Pelalawan Akan Panggil 15 Saksi

Penyidik Kejari Pelalawan telah meningkatkan status perkara dugaan Pungli PTSL Desa Bagan Limau dari penyelidikan ke penyidikan pada pekan lalu.

Penulis: johanes | Editor: Sesri

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pelalawan mulai memanggil dan memeriksa saksi-saksi dalam kasus dugaan Pungutan Liar (Pungli) dalam Program Pendaftaran Tanah Sistematis (PTSL) tahun 2019 di Desa Bagan Limau Kecamatan Ukui.

Penyidik Kejari Pelalawan telah meningkatkan status perkara dugaan Pungli PTSL Desa Bagan Limau dari penyelidikan ke penyidikan pada pekan lalu.

Setelah hampir tujuh bulan melakukan penyelidikan terhadap dugaan Pungli pengurusan sertifikat PTSL tersebut.

Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pelalawan menduga kuat ada bau korupsi dalam program tersebut yang dilakukan oleh oknum-oknum terkait.

"Sesuai dengan Surat Perintah Penyidikan atau Sprindiknya sudah diterbitkan, tim penyidik di Pidsus mulai bekerja. Tentu akan memanggil dan memeriksa para saksi," kata Kajari Pelalawan, Silpia Rosalina SH MH melalui Kasi Intelijen Sumriadi SH MH, kepada tribunpekanbaru.com, Jumat (03/09/2021).

Baca juga: Capaian PTSL 2021 di Kampar Jauh di Bawah Kuota, BPN Tambah Desa Peserta

Baca juga: Bidik Calon Tersangka, Kejari Pelalawan Naikan Dugaan Pungli PTSL Desa Bagan Limau ke Penyidikan

Sumriadi menerangkan, proses pemanggilan dan pemeriksaan saksi-saksi akan dimulai pekan depan.

Semua pihak yang telah dimintai keterangan pada proses penyelidikan, akan dipanggil kembali dengan status sebagai saksi.

Semua keterangannya akan masuk dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) perkara.

Ia memprediksi jumlah saksi yang akan dipanggil berkisar 15 sampai 20 orang untuk mengungkap dugaan korupsi yang terjadi di Desa Bagan Limau.

Diantaranya perangkat desa, kepala desa saat ini, mantan kepala desa, warga yang menjadi peserta dan pemilik PTSL, serta Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pelalawan.

Halaman
12
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved