Bukannya Ke Dokter, Warga Belitung Timur Ini Malah Bawa Putrinya Ke Dukun, Ini Jadinya
Orangtua korban melapor karena dapat cerita dari teman anaknya bahwa korban mendapat perlakuan tidak senonoh dari paranormal tersebut.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Hingga saat ini masih saja ada masyarakat Indonesia yang percaya dengan dukun atau paranormal.
Kurangnya pendidikan dan iman diduga menjadi penyebab sebagian masyarakat masih percaya dengan praktik klenik tersebut.
Praktik perdukunan atau paranormal pun semakin tumbuh subur di saat stasiun televesi menayangkan praktik-praktik perdukunan oleh sejumlah tokoh paranormal.
Seorang warga di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung menyesal seumur hidup setelah membawa putrinya berobat ke dukun.
Alih-alih sembuh dari penyakitnya, remaja ini malah semakin nelangsa di tangan sang paranormal.
Korban yang masih remaja tersebut digauli oleh si dukun cabul yang berinisial H (38).
H memang dikenal sebagai dukun oleh warga Desa Bentaian, Manggar, Belitung Timur.
Kini H sudah diamankan oleh Tim Panah Satreskrim Polres Belitung Timur, Senin (13/9/2021) malam.
Kasat Reskrim Polres Belitung Timur, AKP Deddy Nuari didampingi Kanit Pidum Ipda Dedy Irmawan memberikan penjelasan terkait kasus ini.
Ia mengatakan, pelaku ditangkap berawal dari laporan dari orangtua korban.
Orangtua korban melapor karena dapat cerita dari teman anaknya bahwa korban mendapat perlakuan tidak senonoh dari paranormal tersebut.
"Kejadian sekitar bulan Agustus 2021. Korban dan orangtuanya datang untuk berobat ke paranormal tersebut."
"Lalu paranormal ini bilang ke orangtuanya bahwa pengobatan bisa sampai malam jadi saat itu ditinggal dari orangtuanya."
"Pas malamnya ternyata dia melakukan perbuatan yang diduga pelecehan itu," kata AKP Deddy kepada posbelitung.co, Selasa (14/9/2021).
AKP Deddy menceritakan, modus paranornal melakukan hal itu karena sebagai salah satu cara dia mengobati korban yang sedang sakit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ilustrasi-pesugihan-dukun-palsu.jpg)