Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Menyusuri Keindahan Negeri di Atas Awan Bukit Condong Inhil Riau

Untuk mencapai puncak tertinggi yaitu puncak 9, para pendaki harus melewati sekitar 11 bukit yang memiliki ketinggian bervariasi mulai dari puncak 1

Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: didik ahmadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, KEMUNING-– Selama ini Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dikenal sebagai negeri di atas air yang berada di Pesisir Timur Pulau Sumatera dengan julukan Negeri Seribu Parit.

Inhil dikenal sebagai daerah pasang surut yang emiliki beberapa sungai besar yang membelah daratan Inhil dengan ribuan parit untuk areal perkebunan kelapa terluas di dunia.

Namun bila mengarah ke arah selatan Inhil yang tidak begitu diketahui dan dikenal bahwa Inhil juga memiliki daerah perbukitan yang menjadi bagian kawasan penyangga dan kawasan inti Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT).

Hampir 20.000 Hektare (ha) wilayah Inhil menjadi bagian kawasan inti Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) menjadi wilayah kerja Resor Keritang. 

Kawasan inti ini seluruhnya berada di Kecamatan Kemuning meliputi Desa Keritang, Desa Batu Ampar dan Kelurahan Selensen. 

Di lokasi inilah terdapat bukit yang memiliki pemandangan indah dan menjadi destinasi wisata andalan Kabupaten Inhil saat ini, yaitu, Bukit Condong.

Bukit ini merupakan bagian dari kawasan TNBT yang terletak di Kelurahan Selensen, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau.

Areal bukit ini berbatasan langsung dengan Wilayah Jambi, sehingga sebagian areanya berada di wilayah Provinsi Riau dan sebagian lagi berada di wilayah Provinsi Jambi. 

Bukit Condong berada di kawasan Penyangga dan kawasan inti TNBT yang memiliki kekayaan nuftah keanekaragaman hayati yang merupakan puncak tertinggi diantara puluhan bukit dan pematang disekitarnya, atau berada 450 meter diatas permukaan laut (MDPL).

Ratusan hektar hutan alam yang tumbuh di gugusan Bukit Condong terbakar pada tahun 2018-2019 sehingga menyebabkan terjadi penggundulan hingga ke puncak bukit. 

Akibat kebakaran tersebut menyebabkan kawasan perbukitan menjadi hamparan semak-semak yang membuat lepas mata memandang ke berbagai arah. 

Pada tahun 2020 bukit ini pun mulai ramai didatangi para petualang dan pendaki lokal untuk menaiki kawasan Bukit Condong dan menikmati keindahan alamnya.

Selain menyimpan keanekaragaman hayati hutan hujan tropis dataran rendah, kawasan ini merupakan rumah bagi berbagai satwa liar yang dilindungi. Tapir, Siamang (Ungko), Burung Kuau, Simpai dan beberapa jenis satwa lainnya hidup dialam bebas TNBT.

Menunggu datangnya matahari tenggelam (sunset) dan matahari terbit (sunrise) merupakan kegiatan yang sangat ditunggu di bukit ini, disamping pemandangan kabut awan menyelimuti bukit pada subuh hari dan juga sore hari menjadi spot photo yang paling dinanti-nantikan.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved