Breaking News:

Durasi Belajar Tatap Muka Terbatas SD dan SMP di Pekanbaru Bakal Bertambah Jadi Empat Jam

Durasi belajar tatap muka terbatas SD dan SMP di Pekanbaru bakal bertambah menjadi empat jam.

Penulis: Fernando | Editor: Ariestia
TRIBUNPEKANBARU/FERNANDO SIKUMBANG
Durasi belajar tatap muka terbatas SD dan SMP di Pekanbaru bakal bertambah menjadi empat jam. FOTO: Sejumlah murid di SDN 110 Pekanbaru tidak mengenakan seragam pada hari pertama belajar tatap muka terbatas, Senin (13/9/2021). Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Durasi belajar tatap muka terbatas SD dan SMP di Pekanbaru bakal bertambah menjadi empat jam.

Saat ini durasi pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah maksimal selama dua 3 jam.

"Penambahan durasi pembelajaran tatap muka ini agar proses belajar mengajar lebih efektif," terang Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Ismardi Ilyas dalam Rapat Evaluasi PPKM level 2, Selasa (5/10/2021).

Menurutnya, penambahan durasi jam belajar di sekolah dalam pandemi covid-19 sesuai surat keputusan bersama atau SKB empat menteri terkait belajar tatap muka. SKB empat menteri ditandatangani oleh Menteri Pendidikan Kebudayan Riset dan Teknologi, Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Kesehatan. 

SKB ini terkait belajar tatap muka terbatas di sekolah.

Satu poin menyebut bahwa pemerintah daerah bisa mengatur proses belajar dalam PPKM level 2.

"Maka agar efektif, belajar tatap muka terbatas kita bakal tambah menjadi empat jam," paparnya.

Ismardi mengakui bahwa proses pembelajaran online tidak efektif. Sekolah pun memulai belajar tatap muka pada 9 September 2021.

Proses belajar mengajar nantinya dibagi menjadi dua jam untuk satu jam pelajaran. Ada jeda untuk rehat belajar selama 15 menit usai dua jam belajar pertama.

Dirinya mengatakan bahwa para peserta didik bakal masuk pukul 07.00 WIB. Mereka belajar ke sekolah hanya dua kali dalam satu pekan.

"Kita serahkan ke pihak sekolah, mereka bisa mengatur jadwal sesuai dengan kesiapan ruang kelas. Atur juga penerapan protokol kesehatan," ujarnya.

Ismardi memastikan proses belajar tatap muka selama satu bulan ini berjalan lancar. Ia memastikan tidak ada peserta didik yang terkonfirmasi positif covid-19.

Saat ini ada ratusan sekolah tingkat SD dan SMP sudah menggelar belajar tatap muka. Rinciannya yakni 48 SMP negeri, 103 SMP swasta, 177 SD negeri dan 179 SD swasta 179.

(Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved