PLN Peduli Sukses Bantu Masyarakat Manfaatkan Lahan di bawah SUTT PLN
PLN UIP 3BS UPT Tanjung Karang memberikan bantuan bagi pemilik lahan di bawah jaringan SUTT
HARGA KARET yang kian merosot mengakibatkan kondisi ekonomi petani karet terpuruk.
Terlebih bagi penderes karet yang mengandalkan mata pencaharian tersebut sebagai penghasilan utama.
Hal inilah yang sebelumnya dirasakan anggota Kelompok Tani Manunggal Karya Desa Nusa Agung, Kecamatan Belitang III, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan.
Setelah menerima bantuan modal usaha dan mesin pertanian untuk pengolahan lahan di bawah SUTT melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UIP3BS UPT Tanjung Karang pada April 2021 silam, anggota Kelompok Tani Manunggal Karya berhasil memperbaiki perekonomiannya.
Hal ini mereka ungkapkan dalam wawancara dengan Sofuan Junaidi, Koordinator TJSL PLN UIP3BS UPT Tanjung Karang dalam kunjungan lapangan Selasa (26/10) dan Rabu (27/10) kemarin.
Sutrisno, pemilik lahan di bawah ROW SUTT 150 KV Penghantar Gumawang - Menggala T.224-T.225 yang merupakan anggota Kelompok Tani Manunggal Karya, merasakan sendiri perbaikan kondisi ekonominya.
“Saya sangat berterima kasih kepada PLN atas bantuan yang diberikan, sejak tanaman pohon karet kami diubah menjadi tambak seperti saat ini, dari yang dulu hanya mendapatkan karet sekitar 10 kilogram per minggu dengan harga Rp10.000 per kilogram nya, sekarang ini penghasilan saya bertambah menjadi kurang lebih Rp100.000 per hari dari kolam ikan ini”, ucapnya.
Anggota Kelompok Tani Manunggal Karya lainnya, Misno, pemilik lahan di bawah ROW SUTT 150 KV Penghantar Gumawang - Menggala T.229-T.230 turut menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada PLN.
“Sejak saya mengganti tanaman karet dengan tanaman jagung, saat panen pertama beberapa bulan lalu saya mendapat penghasilan kurang lebih Rp 8 juta,” tutur Misno.
Anggota Kelompok Tani Manunggal Karya lainnya yang juga merasakan hal yang sama adalah Sugihartono, pemilik lahan di bawah ROW SUTT 150 KV Penghantar Gumawang - Menggala, T.230-T.231.
“Setelah saya mengganti tanaman pohon karet dengan tanaman cabe, kini saya bisa panen sekitar 200 kilogram cabe tiap kali panen. Bila harga cabe Rp20.000 per kilogram, saya bisa memperoleh penghasilan sekitar Rp 4 juta per tiga bulan nya. Hal ini berbeda jauh dibandingkan saat kami masih bergantung pada hasil karet”, ujarnya.
Sementara Bogimin, pemilik lahan di bawah ROW SUTT 150 KV Penghantar Gumawang - Menggala, T.232-T.233 yang juga merupakan anggota Kelompok Tani Manunggal Karya ikut merasakan hasilnya. Ia mengganti tanaman karet miliknya menjadi tanaman rumput gajah dan pendapatannya pun bertambah.
Melihat adanya peningkatan kesejahteraan warga, Kepala Desa Nusa Agung, I Nyoman Oke, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada PLN atas bantuan yang diberikan untuk Kelompok Tani Manunggal Karya.
“Saya pastikan untuk terus ikut memantau perkembangan pelaksanaan program TJSL ini dari waktu ke waktu guna memastikan bantuan tersebut benar-benar bermanfaat dan dapat dirasakan hasilnya oleh warga,” ucap I Nyoman Oke.
“Karena kami juga berharap agar bantuan ini dapat berdampak positif kepada warga lainnya yang ada di sekitar SUTT PLN”, tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/plang-bantuan-pln-untuk-petani-di-bawah-area-sutt.jpg)